Jumat, 23 Desember 2011

Mekanisme Kerja Mata dan Telinga

PENDAHULUAN
Informasi yang ada dalam lingkungan dalam dan lingkungan luar sehingga dapat mencapai system saraf pusat melalui berbagai reseptor sensorik. Reseptor-reseptor itu adalah transduser yang mengubah berbagai bentuk energi menjadi potensial aksi di neuron. Reseptor sensorik dapat merupakan bagian suatu neuron atau merupakan sel khusus yang membangkitkan potensial aksi di neuron. Reseptor sensorik seringkali bersatu dengan sel-sel non saraf yang melingkupinya membentuk alat indera.
Reseptor di tiap alat indera disesuaikan untuk berespons terhadap satu bentuk energi tertentu pada ambang yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan respons reseptor lain terhadap bentuk energi ini.
Setiap organisme memiliki alat indera pada tubuhnya. Indera adalah bagian dari tubuh yang mampu menerima rangsangan tertentu. Indera memiliki fungsi sebagai penerima berbagai rangsangan dari lingkungan di sekitarnya. Manusia memiliki lima indera yaitu hidung sebagai indera pembau, lidah sebagai indera pengecap, mata sebagai indera penglihatan, telinga sebagai indera pendengaran, dan kulit sebagai indera peraba. Semua indera tersebut memiliki fungsi yang sangat penting untuk koordinasi tubuh.
Mata merupakan alat indera kompleks yang sangat peka terhadap cahaya. Adanya cahaya yang mengenai suatu benda menyebabkan cahaya tersebut dipantulkan benda tersebut ada dilihat. Mata berevolusi dari bintik-bintik peka sinar primitive pada permukaan golongan invertebrate. Mata memiliki bungkus pelinghatan yang merupakan lapisan reseptor, system lensa yang membiaskan cahaya ke reseptor tersebut dan system saraf yang menghantarkan impuls dari reseptor ke otak.
Sedangkan telinga adalah alat indera yang memiliki fungsi untuk mendengar suara yang ada di sekitar kita sehingga kita dapat mengetahui / mengidentifikasi apa yang terjadi di sekitar kita tanpa harus melihatnya dengan mata kepala kita sendiri. Orang yang tidak bisa mendengar disebut tuli. Telinga adalah tempat beradanya indera pendengaran yang memiliki saraf pendengaran.

URAIAN
MATA
Mata merupakan organ yang tersusun dari berbagai jaringan yang dimana setiap jaringan memiliki fungsi yang berbeda namun saling berkoordinasi dalam mencapai tujuan yang sama. Mata terdiri atas jaringan yang rumit dari berbagai kumpulan yang memiliki peranan-peranan yang bekerja serempak untuk mencapai penglihatan.

ANATOMI
Struktur-struktur utama pada mata dapat dilihat pada Gambar 1. Mata terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan pelindung luar bola mata yaitu sclera, dimodifikasi di bagian anterior untuk membentuk kornea yang tembus pandang, dan akan melalui berkas sinar yan masuk ke mata. Di bagian dalam sclera terdapat koroid, lapisan yang mengandung banyak pembuluh darah yan memberi makan struktur-struktur dalam bola mata. Lapisan di dua pertiga posterior koroid adalah retina, jaringan saraf yang mengandung-sel-sel reseptor.
Pada bola mata terdapat bola mata mengandung lensa yang terletak dibelakang pupil dan iris. Lensa kristilina adalah suatu struktur tembus pandang yang difiksasi oleh ligamentum sirkular lensa (zonula zinii). Zonula melekat dibagian anterior koroid yang menebal, yang disebut korpus siliaris. Korpus siliaris mengandung serat-serat otot melingkar dan longitudinal yang melekat dengan batas korneosklera. Didepan lensa terdapat iris yang berpigmen dan tidak tembus pandang, yaitu bagian mata yang berwarna. Iris mengandung serat-serat otot sirkular yang menciutkan dan serat-serat radial yang melebarkan pupil. Bagian dalam bola mata terdiri dari:
a. Bagian yang berada dibelakang lensa, mengandung zat gelatinosa jernih disebut vitreous humor, fungsinya untuk mempertahankan tekanan di dalam bola mata agar tetap bundar dan tidak kempes.
b. Bagian yang berada diantara lensa dan iris disebut ruang depan (posterior chamber).
c. Bagian yang berada diantara iris dan kornea disebut ruang belakang (anterior chamber).
Baik posterior chamber maupun anterior chamber diisi oleh suatu cairan yang disebut aqueous humor, yaitu suatu cairan yang member makan kornea dan lensa, dihasilkan di korpus siliaaris melalui proses difusi dan transport aktif dari plasma. 
 Gambar 1. Penampang melintang mata

 
RETINA
            Sebelum cahaya masuk, suatu jaringan yang bernama retina photoreceptors harus menerobos kedalam kornea mata, cairan mata, selaput pelangi, lensa, dan pembuluh darah kecil yang ada didalam mata. Tepat sebelum cahaya sampai pada retina, harus menerobos beberapa lapisan sel saraf yang berada di paling atas retina. Sel ini membentuk mata rantai yang pertama antara retina dan otak. Cahaya yang tidak diserap oleh photoreceptors di dalam retina akan memantul di sekitar mata. Ketika energi cahaya merangsang sebuah rods(sel batang) dan cones (sel kerucut), energi tersebut diubah menjadi energi listrik. Rangsangan itu dikirim dari sel-sel reseptor melalui suatu rangkaian perantara yaitu sel-sel bipolar dan akhirnya akson sel saraf optic. Gambar yang diterima oleh retina dalam posisi terbalik. Kemudian sel saraf mata menghantarkan ke otak dan otak memperbaiki.
            Retina, Gambar 2. melebar ke depan dan hampir mencapai korpus siliaris. Struktur ini tersusun dalam 10 lapisan dan mengandung sel batang dan sel kerucut, yang merupakan reseptor penglihatan dan 4 jenis neuron: sel bipolar, sel ganglion, sel horizontal, dan sel amakrin. Sel batang dan kerucut yang terletak dilapisan bersebelahan dengan koroid, bersinaps dengan sel bipolar, dan sel bipolar bersinaps dengan sel ganglion. Akson sel ganglion berkonvergensi dan meninggalkan mata sebagai neuron optic. Sel horizontal menghubungkan sel reseptor ke sel reseptor lain dilapisan pleksiform luar. Sel amakrin menghubungkan sel ganglion satu dengan yang lain di lapisan pleksiform dalam. Sel-sel ini tidak memiliki akson dan seratnya membentuk hubungan pre dan postsinaps dengan neuron disekitarnya. Terdapat konvergensi reseptor yang luas pada sel bipolar dan konvergensi sel bipolar pada sel ganglion. Taut celah juga menghubungkan neuron retina satu sama lin, dan permeabilitas taut celah ini diatur.
Oleh karena lapisan reseptor retina bertumpu pada lapisan epitel berpigmen yang bersebelahan dengan lapisan koroid, berkas cahaya yang harus melewati lapisan sel ganglion dan sel bipolar untuk dapat mencapai sel batang dan sel kerucut. Epitel berpigmen akan menyerap cahaya dan mencegah pemantulan sinar kembali ke retina. Pemantulan tersebut akan menguburkan bayangan yang terbentuk.
Macula, berada dibagian daerah foveal pit (kuning kecil/bintik kuning, bagian tengah retina), bagian ini terdiri dari jutaan photoreceptor. Mampu menagkap objek (terutama warna) dengan baik bahkan lebih tajam. Terdapat lutein dan zeaxanthin yaitu suatu kelompok senyawa karotenoid berwarna kuning yang dapat melindungi mata dari kerusakan oksidatif oleh sinar ultra violet (UV) salah satu penyebab katarak.
Photoreceptor retina terdiri dari 2 macam photoreceptor yang berjumlah 125 juta, terdiri dari Rods (sel batang) dan Cones (sel keruc ut) yang merupakan bagian sel saraf yang berfungsi untuk menangkap cahaya dan berada di segmen luar dalam system saraf. Photoreceptor mengubah elektromagnetik dari cahaya menjadi pesan biokimia dan berubah menjadi electrical impuls untuk dianalisis oleh otak.
 
Rods (batang/ sel basilus), berupa sel berbentuk tongkat/batang. Berjumlah 118 juta pada retina. Banyak terdapat pada bagian peripheral. Merupakan sensor untuk persepsi hitam-putih (grayscale). Sensitive pada pergerakan kecil. Mampu membedakan bentuk, kedalaman, dan tekstur. Mengandung 100 juta molekul pigmen peka cahaya yang disebut rhodopsin (pigmen ungu). Saat rhodopsin terkena sinar, maka terurai menjadi protein dan vitamin A. pembentukan kembali pigmen terjadi dalam keadaan gelap dan memerlukan waktu yang disebut adaptasi gelap (disebut juga adaptasi rhodopsin). Saat adaptasi gelap, mata sulit untuk melihat. Dapat melihat dalam gelap/ peka terhadap cahaya lemah.
Cones (kerucut/ sel konus) berbentuk kerucut. Sensor untuk persepsi warna “full color”. Berisi pigmen lembayung. Berjumlah 7 juta pada retina. Banyak terdapt pada bagian macula. Ada 3 tipe kerucut warna, yaitu:
1.      Kerucut merah responsive terhadap area merah dari spectrum cahaya.
2.      Kerucut hijau responsive terhadap area hijau.
3.      Kerucut biru responsive terhadap area biru.
Mengandung fotopigmen terpisah yang berespon terhadap sinar merah, hijau, dan biru. Berfungsi dan aktif dengan baik ketika ada cahaya atau di siang hari. Dapat menangkap pergerakan yang cepat. Warna akhir yang muncul, merupakan kombinasi ketiga tipe kerucut. Contoh: cones merah menangkap cahaya merah dan cones hijau menankap warna hijau dengan intensitas dan sumber yang sama, maka otak akan menyimpulkan menjadi warna kuning. Kerusakan salah satu sel konus akan menyebabkan buta warna.


MEKANISME FOTORESEPTOR
Pembentukan Respons Listrik
            Perubahan potensial yang menimbulkan potensial aksi di retina dibentuk oleh pengaruh cahaya pada senyawa-senyawa fotosensitif di sel batang dan kerucut. Bila cahaya diserap oleh senyawa-senyawa tersebut. Bila cahaya diserap oleh senyawa-senyawa tersebut, struktur senyawa-senyawa tersebut berubah, dan hal ini mencetuskan serangkaian peristiwa yang memulai kegiatan saraf.
Mata bersifat unik karena potensial reseptor pada fotoreseptor dan respon listrik sebagian besar neuron di retina adalah potensial bergradasi dan bersifat local dan hanya di sel ganglion beru terjadi potensial aksi yang mengikuti hokum tuntas atau gagal (all or none) yang dihantarkan sengan jarak yang cukup jauh. Respons sel batang, sel kerucut, dan sel respons sel bipolar bersifat hiperpolarisasi atau depolarisasi, sedangkan  sel amakrin menghasilkan depolarisasi yang memungkin berperan sebagai potensial generator untuk sel ganglion.
Potensial reseptor sel kerucut berawal dan berakhir cepat, sedangkan potensial reseptor sel batang berawal tajam dan berakhir lambat. Sehingga memperlihatkan jawaban bahwa sel batang sebanding dengan intensitas rangsang pada tingkat penerangan (iluminasi) yang lebih rendah daripada ambang untuk sel kerucut. Sebaliknya, jawaban sel kerucut sebanding dengan intensitas rangsang pada tingkat penerangan yang tinggi saat jawaban sel batang telah maksimum sehingga tidak dapat lagi menjawab. Hal ini menjelaskan mengapa sel kerucut memberikan jawaban yang baik pada perubahan intensitas cahaya di atas penerangan lingkungan tetapi tidak baik untuk mengetahui tingkat penerangan yang absolute, sedangkan sel batang dapat mengetahui tingkat penerangan absolute.
Dasar Ionik Potensial Fotoreseptor
Kanal Na+ di segmen luar sel batang dan kerucut akan terbuka pada keadaan gelap, sehingga arus mengalir dari segmen bagian dalam kebagian luar. Arus juga mengalur ke ujung sinaps fotoreseptor. Na+-K+ ATPase disegmen bagian dalam mempertahankan imbangan ion. Dalam keadaan gelap, pelepasan transmitter sinaps terjadi terus-menerus. Bila cahaya mengenai segmen luar, sebagian kanal Na+ tertutup, dan timbul potensial reseptor yang bersifat hiperpolarisasi. Hiperpolarisasi menurunkan pelepasan transmitter sinaps dan hal ini akhirnya memungkinkan pembentukan potensial aksi di sel ganglion. Potensial aksi dihantarkan ke otak.
Langkah awal pada fototransduksi di dalam sel batang. Cahaya mengaktifkan rodopsin, yang mengaktifkan transdusin untuk mengikat GTP. Hal ini mengaktifkan fosfodiesterase yang mengkatalisis perubahan GMPsiklik menjadi 5’-GMP. Sebagai akibatnya, terjadi penurunan kadar GMP siklik di sitoplasma sehingga menyebabkan kanal ion GMPsiklik menutup.


TELINGA
Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan untuk keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan telinga tengah meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor yang ada pada telinga dalam akan menerima rarigsang bunyi dan mengirimkannya berupa impuls ke otak untuk diolah.
ANATOMI
Telinga Luar
Telinga luar terdiri dari aurikula (atau pinna) dan kanalis auditorius eksternus, dipisahkan dari telinga tengah oleh membrana timpani. Telinga terletak pada kedua sisi kepala kurang lebih setinggi mata. Aurikulus melekat ke sisi kepala oleh kulit dan tersusun terutama oleh kartilago, kecuali lemak dan jaringan bawah kulit pada lobus telinga. Aurikulus membantu pengumpulan gelombang suara dan perjalanannya sepanjang kanalis auditorius eksternus. Tepat di depan meatus auditorius eksternus adalah sendi temporal mandibular. Kaput mandibula dapat dirasakan dengan meletakkan ujung jari di meatus auditorius eksternus ketika membuka dan menutup mulut. Kanalis auditorius eksternus panjangnya sekitar 2,5 cm. Sepertiga lateral mempunyai kerangka kartilago dan fibrosa padat di mana kulit terlekat. Dua pertiga medial tersusun atas tulang yang dilapisi kulit tipis. Kanalis auditorius eksternus berakhir pada membrana timpani. Kulit dalam kanal mengandung kelenjar khusus, glandula seruminosa, yang mensekresi substansi seperti lilin yang disebut serumen. Mekanisme pembersihan diri telinga mendorong sel kulit tua dan serumen ke bagian luar tetinga. Serumen nampaknya mempunyai sifat antibakteri dan memberikan perlindungan bagi kulit.
Telinga Tengah
Telinga tengah merupakan rongga udara diisi dengan tulang temporal yang terbuka ke udara luar melalui tuba estachius ke nasofaring dan melalui nasofaring ke lingkungan luar. Tuba Eustachius ini biasanya tertutup, tetapi selama menelan, mengunyah, dan menguap ia akan membuka, untuk menjaga tekanan udara pada kedua sisi gendang telinga tetap sama. Tuba juga berfungsi sebagai drainase untuk sekresi.
Membrana timpani terletak pada akhir kanalis aurius eksternus dan menandai batas lateral telinga. Membran ini berdiameter sekitar 1 cm dan selaput tipis normalnya berwarna kelabu mutiara dan translulen.Telinga tengah merupakan rongga berisi udara merupakan rumah bagi osikuli (tulang telinga tengah) dihubungkan dengan nasofaring melalui tuba eustachii, dan berhubungan dengan beberapa sel berisi udara di bagian mastoid tulang temporal.
Tiga tulang pendengaran, maleus, inkus, dan stapes, terletak di telinga tengah (Gambar 5.). Manubrium (pegangan maleus) adalah melekat pada belakang membrane timpani. Kepala dari maleus melekat pada dinding telinga tengah, dan bagian pendeknya melekat pada inkus, yang pada akhirnya berartikulasi dengan kepala stapes. Plat kaki pada stapes terpasang oleh ligamentum melingkar pada dinding jendela oval. Dua otot kerangka kecil, tensor timpani dan stapedius, juga terletak di telinga tengah. Kontraksi membrane timpani akan menarik manubrium maleus medial dan mengurangi getaran dari membran timpani; kontraksi terakhir menarik kaki stapes dari stapes keluar dari jendela oval.
Telinga Dalam
Telinga dalam tertanam jauh di dalam bagian tulang temporal. Organ untuk pendengaran (koklea) dan keseimbangan (kanalis semisirkularis), begitu juga kranial VII (nervus fasialis) dan VIII (nervus koklea vestibularis) semuanya merupakan bagian dari komplek anatomi. Koklea dan kanalis semisirkularis bersama menyusun tulang labirint. Ketiga kanalis semisi posterior, superior dan lateral terletak membentuk sudut 90 derajat satu sama lain dan mengandung organ yang berhubungan dengan keseimbangan. Organ akhir reseptor ini distimulasi oleh perubahan kecepatan dan arah gerakan seseorang.
Labyrinth terdiri dari dua bagian, yang satu terletak dalam yang lainnya. Labirin tulang adalah serangkaian saluran kaku sedangkan didalamnya terdapat labirin membran. Di dalam saluran ini, dikelilingi oleh cairan yang disebut perilymph, adalah labirin membran. Struktur membran lebih kurang serupa dengan bentuk saluran tulang. Bagian ini diisi dengan cairan yang disebut endolymph, dan tidak ada hubungan antara ruang yang berisi endolymph dengan ruangan yang dipenuhi dengan perilymph.
Koklea berbentuk seperti rumah siput dengan panjang sekitar 3,5 cm dengan dua setengah lingkaran spiral dan mengandung organ akhir untuk pendengaran, dinamakan organ Corti. Di dalam lulang labirin, labirin membranosa terendam dalam cairan yang dinamakan perilimfe, yang berhubungan langsung dengan cairan serebrospinal dalam otak melalui aquaduktus koklearis. Labirin membranosa tersusun atas utrikulus, sakulus, dan kanalis semisirkularis, duktus koklearis, dan organan korti. Labirin membranosa berisi cairan yang dinamakan endolimfe. Terdapat keseimbangan yang sangat tepat antara perilimfe dan endolimfe dalam telinga dalam. Banyak kelainan telinga dalam terjadi bila keseimbangan ini terganggu. Percepatan angular menyebabkan gerakan dalam cairan telinga dalam di dalam kanalis dan merangsang sel-sel rambut labirin membranosa. Akibatnya terjadi aktivitas elektris yang berjalan sepanjang cabang vestibular nervus kranialis VIII ke otak. Perubahan posisi kepala dan percepatan linear merangsang sel-sel rambut utrikulus. Ini juga mengakibatkan aktivitas elektris yang akan dihantarkan ke otak oleh nervus kranialis VIII. Di dalam kanalis auditorius internus, nervus koklearis (akustik), yang muncul dari koklea, bergabung dengan nervus vestibularis, yang muncul dari kanalis semisirkularis, utrikulus, dan sakulus, menjadi nervus koklearis (nervus kranialis VIII). Yang bergabung dengan nervus ini di dalam kanalis auditorius internus adalah nervus fasialis (nervus kranialis VII). Kanalis auditorius internus membawa nervus tersebut dan asupan darah ke batang otak.
Koklea
Bagian koklea (Gambar 6) dari labirin adalah tabung melingkar yang pada manusia berdiameter 35 mm. Sepanjang panjangnya, membran basilaris dan membrane Reissner's membaginya menjadi tiga kamar (scalae). Skala vestibule dan skala timpani berisi perilymph dan berkomunikasi satu sama lain pada puncak koklea melalui lubang kecil yang disebut helicotrema. Skala vestibule berakhir pada jendela oval, yang ditutup oleh kaki stapes dari stapes. Skala timpani berakhir pada jendela bulat, sebuah foramen di dinding medial dari telinga tengah yang ditutup oleh membran timpani fleksibel sekunder. Skala media, skala koklea ruang tengah, kontinu dengan labirin membran dan tidak berkomunikasi dengan dua scalae lainnya. Skala ini berisi endolymph.
Organ Korti
Organ korti yang terletak di membran basilaris, merupakan struktur yang berisi sel-sel rambut yang merupakan reseptor pendengaran (Gambar 6). Organ ini memanjang dari puncak ke dasar koklea dan memiliki bentuk spiral. Ujung dari sel-sel rambut menembus lamina, membran retikuler yang didukung Rod of Corti. Sel-sel rambut yang diatur dalam empat baris: tiga baris sel rambut luar lateral ke terowongan dibentuk oleh Rod of Corti, dan satu baris sel rambut dalam medial terowongan. Ada 20.000 sel rambut luar dan sel-sel rambut 3500 masing-masing bagian dalam koklea manusia. Meliputi sel rambut adalah membran tectorial tipis, kental, tapi elastis di mana ujung rambut luar tertanam.
Pada koklea terdapat sambungan yang erat di antara sel-sel rambut dan sel-sel phalangeal berdekatan. Sambungan ini mencegah endolymph dari mencapai dasar sel. Namun, membran basilaris relatif permeabel untuk perilymph dalam skala timpani, dan akibatnya, terowongan dari organ Corti dan dasar sel-sel rambut bermandikan perilymph. Karena sambungan ketat yang serupa, hal ini juga sama dengan sel-sel rambut di bagian lain dari telinga bagian dalam, yaitu endolymph dibagian tengah, sedangkan basis mereka bermandikan perilymph.

Jalur Saraf
Dari inti koklea, impuls pendengaran keluar melalui berbagai jalur ke colliculi inferior, pusat refleks pendengaran, dan melalui corpus geniculate medial di thalamus ke korteks pendengaran. Informasi dari kedua telinga menyatu, dan pada semua tingkat yang lebih tinggi sebagian besar neuron menanggapi input dari kedua belah pihak. Korteks pendengaran primer, daerah Brodmann's 41, adalah di bagian superior lobus temporal. Pada manusia, itu terletak di celah sylvian dan tidak terlihat pada permukaan otak. Dalam korteks pendengaran primer, neuron yang paling menanggapi masukan dari kedua telinga, tetapi ada juga strip dari selsel yang dirangsang oleh masukan dari telinga kontralateral dan dihambat oleh masukan dari telinga ipsilateral. Ada beberapa tambahan daerah menerima pendengaran, seperti ada daerah menerima beberapa sensasi kutan. Daerah asosiasi pendengaran berdekatan dengan area penerima primer pendengaran yang luas. Bundel olivocochlear adalah bundel serat eferen terkemuka di setiap saraf pendengaran yang timbul dari kedua ipsilateral dan kompleks olivary kontralateral unggul dan berakhir terutama di sekitar basis dari luar sel-sel rambut organ Corti.
Kanalis Semisirkularis
Di setiap sisi kepala, kanal-kanal semisirkularis tegak lurus satu sama lain, sehingga mereka berorientasi pada tiga ruang. Di dalam tulang kanal, kanal-kanal membran tersuspensi dalam perilymph. Struktur reseptor, yang ampullaris crista, terletak di ujung diperluas (ampula) dari masing-masing kanal selaput. Crista. Masing-masing terdiri dari sel-sel rambut dan sel sustentacular diatasi oleh sebuah partisi agar-agar (cupula) yang menutup dari ampula. Proses dari sel-sel rambut yang tertanam di cupula, dan dasar sel-sel rambut dalam kontak dekat dengan serat-serat aferen dari divisi vestibular dari syaraf vestibulocochlear.
Utrikulus dan Sakulus
Dalam setiap labirin membran, di lantai utricle, ada organ otolithic (makula). Makula lain terletak pada dinding saccule dalam posisi semivertical. Macula mengandung sel-sel sustentacular dan sel rambut, diatasi oleh membran otolithic di mana tertanam kristal karbonat kalsium, otoliths. Otoliths, yang juga disebut otoconia atau telinga debu, mempunyai panjang berkisar 3 - 19 μ. Prosesus dari sel-sel rambut yang tertanam di dalam membran. Serat saraf dari sel-sel rambut bergabung yang berasal dari krista di divisi vestibular dari syaraf vestibulocochlear.
Jalur Saraf
Sel tubuh dari 19.000 neuron memasok krista dan maculas di setiap sisi berada di ganglion vestibular. Setiap saraf vestibular berakhir dalam empat bagian inti vestibular dan ipsilateral pada lobus flocculonodular dari otak kecil. Serat dari utricle dan akhir saccule terutama di divisi lateral (inti Deiters'), yang diproyeksikan ke sumsum tulang belakang, dan nantinya berakhir pada nucleus descenden, yang diproyeksikan ke otak kecil dan formasi reticular. Inti vestibular juga memproyeksikan ke thalamus dan dari sana ke dua bagian dari korteks somatosensori primer
Sel Rambut
Struktur
Sel-sel rambut yang di telinga bagian dalam memiliki struktur umum. Setiap tertanam dalam epitel terdiri dari pendukung atau sel sustentacular, dengan bagian akhirnya berhubungan dengan neuron aferen. Memproyeksikan dari ujung apical adalah proses 30-150 berbentuk batang, atau rambut. Kecuali dalam koklea, salah satu, kinocilium, adalah silia benar tetapi nonmotile dengan sembilan pasang mikrotubulus keliling lingkaran dan sepasang pusat mikrotubulus. Ini adalah salah satu proses terbesar dan memiliki dipukuli akhir. kinocilium ini hilang dalam sel-sel rambut dalam koklea pada mamalia dewasa. Namun, proses lainnya, yang disebut stereocilia, yang hadir di semua sel-sel rambut. Mereka memiliki inti yang terdiri dari filamen aktin paralel. aktin ini dilapisi dengan berbagai isoform myosin. Dalam rumpun proses pada setiap sel, ada struktur yang teratur. Sepanjang sumbu terhadap kinocilium itu, peningkatan stereocilia semakin tinggi; sepanjang sumbu tegak lurus, semua stereocilia adalah ketinggian yang sama.
Respon Elektrik
Potensi selaput sel-sel rambut adalah sekitar -60 mV. Ketika stereocilia didorong ke arah kinocilium, potensi membran menurun menjadi sekitar -50 mV. Ketika bundel proses didorong dalam arah yang berlawanan, sel hyperpolarized. Menggusur proses dalam arah tegak lurus terhadap sumbu ini tidak memberikan perubahan potensial membran, dan menggusur proses dalam arah yang pertengahan antara kedua arah menghasilkan depolarisasi atau hyperpolarization yang proporsional dengan sejauh mana arah yang menuju atau jauh dari kinocilium. Dengan demikian, rambut proses menyediakan mekanisme untuk menghasilkan perubahan potensial membran yang proporsional dengan arah dan jarak bergerak rambut.
Pembentukan Potensial Aksi pada Serabut Saraf Aferen
Seperti disebutkan di atas, proses proyeksi sel-sel rambut ke endolymph sedangkan basis bermandikan perilymph. Pengaturan ini diperlukan untuk produksi normal potensi generator. perilymph ini terbentuk terutama dari plasma. Di sisi lain, endolymph terbentuk di media skala oleh vascularis stria dan memiliki konsentrasi tinggi K+ dan konsentrasi rendah Na +. Sel di vascularis stria memiliki konsentrasi tinggi Na+-K+ ATPase. Selain itu, tampak bahwa ada K electrogenic unik + pompa di vascularis stria, yang menjelaskan kenyataan bahwa media skala yang elektrik positif sebesar 85 mV relatif terhadap vestibule skala dan skala timpani.
Sangat halus proses yang disebut link ujung mengikat ujung stereocilium setiap sisi tetangga yang lebih tinggi, dan di persimpangan di sana tampaknya saluran kation mekanis sensitif dalam proses yang lebih tinggi. Ketika stereocilia pendek didorong ke arah yang lebih tinggi, waktu buka dari kenaikan saluran. K+- kation yang paling berlimpah di endolymph-dan Ca2+ masuk melalui saluran tersebut dan menghasilkan depolarisasi. Masih ada ketidakpastian yang cukup tentang peristiwa berikutnya. Namun, satu hipotesis adalah bahwa motor molekul di tetangga yang lebih tinggi langkah berikutnya saluran menuju dasar, melepaskan ketegangan di link ujung. Ini menyebabkan saluran untuk menutup dan memungkinkan pemulihan keadaan istirahat. Motor ternyata adalah berbasis myosin.
Depolarisasi sel rambut menyebabkan mereka untuk merilis neurotransmitter, mungkin glutamin, yang memulai depolarisasi dari tetangga neuron aferen. K+ yang masuk ke sel-sel rambut melalui saluran kation mekanis sensitive didaur ulang. Memasuki sel sustentacular dan kemudian melewati ke sel sustentacular lain dengan cara sambungan ketat. Pada koklea, akhirnya mencapai vascularis stria dan dikeluarkan kembali ke endolymph, melengkapi siklus.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar