Kamis, 22 Desember 2011

TEKNIK ENKAPSULASI



Teknik enkapsulasi dikembangkan oleh Redenbaugh et.al (1985) yang mengadopsi teknik benih buatan/sintetik, yaitu membungkus eksplan dengan lapisan yang berfungsi sebagai fisik. Tujuannya memberikan tekanan secara fisik pada eksplan yang disimpan sehingga berpengaruh dalam meminimalkan pertumbuhan akibat reduksi proses respirasi. Pembungkus fisik yang biasa digunakan adalah natrium alginat.
Teknik ini merupakan salah satu teknik dalam usaha konservasi plasma nutfah secara ex situ (kultur in vitro) yang disebut preservasi. Preservasi adalah kegiatan mereduksi atau mengurangi laju metabolisme tumbuhan hingga sekecil mungkin dengan tetap mempertahankan viabilitasnya dan memelihara sebaik mungkin biakan, sehingga diperoleh angka perolehan (recovery) dan kehidupan (survival) yang tinggi dengan perubahan ciri-ciri yang minimum. Enkapsulasi termasuk dalam metode preservasi dengan cara menghambat pertumbuhan (slow growth).
Hal ini dilakukan dengan cara membiakkan pada media yang mengandung sumber karbohidrat konsentrasi tinggi dan zat pengatur tumbuh sehingga menghambat pertumbuhan namun penampakannya tetap segar. Teknik enkapsulasi memiliki beberapa keuntungan, yaitu teknik ini lebih efektif untuk penyimpanan jangka panjang karena dapat dicegah adanya perubahan genetik, teknik ini juga sangat efisien karena dalam satu wadah seperti berupa botol dapat menyimpan puluhan eksplan bahkan ratusan, mudah dikendalikan, skala produksi besar dengan biaya rendah, dan regenerasi sangat mudah.
Teknik enkapsulasi dilakukan untuk memproduksi biji sintetik atau biji buatan yang menjadi aset penting dalam mikropropagasi. Enkapsulasi in vitro didapatkan dari eksplan vegetatif tanaman untuk dikembangkan menjadi biji sintetik yang digunakan sebagai pengganti alternatif biji sesungguhnya (Faisal, et.al.,2006).
Metode penyimpanan melalui teknik pertumbuhan minimal dengan enkapsulasi untuk memperpanjang masa simpan kultur tanpa tindakan subkultur secara berulang-ulang.



Prosedur kerja dalam pembuatan enkapsulasi dimulai dengan sterilisasi eksplan kemudian pembuatan media enkapsulasi, yaitu dengan ½ MS ditambah sodium alginat sebagai kontrol dan nutrijell sebagai perlakuan dan disterilisasi. Eksplan yang digunakan tadi yaitu berupa tunas kecambah sawi dimasukan ke dalam media enkaspsulasi dan diambil menggunakan pipet dan dimasukan kembali ke dalam larutan CaCl2.2H2O. Kemudian sawi dari larutan CaCl2.2H2O dimasukkan ke dalam petri dish dan diamati.

Mutiara Syafitri. 2011.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar