Senin, 30 Januari 2012

Bahaya Merokok Bagi Kesehatan

Rokok merupakan benda yang sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari. Merokok sudah menjadi hal biasa dan umum di masyarakat luas. Padahal banyak penelitian sudah membuktikan rokok merupakan benda yang merugikan kesehatan. Dan efek-efek disebabkan rokok sudah diketahui dengan jelas. Namun hal ini tidak membuat masyarakat menjadi anti terhadap rokok dan malahan kebiasaan merokok ini menjadi budaya tidak hanya di Indonesia, namun di belahan dunia lain.
Sebetulnya apa saja yang terkandung dalam asap sebatang rokok yang dihisap ? Tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbon monoksida(CO), nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol, ortokresol dan perylene adalah sebagian dari beribu-ribu zat di dalam rokok.1

Proses pembakaran rokok tidaklah berbeda dengan proses pembakaran bahan-bahan padat lainnya. Seperti halnya proses pembakaran kayu di dapur, proses pembakaran sampah di halaman dan segala macam pembakaran yang melibatkan bahan bakar dan oksigen. Namun polusi dalam bentuk rokok ini tidak digubris sama sekali oleh masyarakat yang berpikir bahwa merokok merupakan hal biasa yang tidak perlu dikhawatirkan.
Proses pembakaran yang tidak sempurna dalam rokok membuat gas buangan berupa CO lebih dominan dalam mengikat hemoglobin (Hb) dibandingkan O2 yang memiliki tugas mengikat hemoglobin dalam darah. Sehingga membuat berkurangnya kemampuan darah membawa O2.  Rokok yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen.2
Merokok memiliki efek-efek merugikan bagi kesehatan tubuh. Banyak penyakit yang dipicu oleh asap rokok yang merupakan racun dan karsinogen. Dan banyak penelitian yang menyebutkan betapa merugikannya rokok bagi tubuh. Oleh sebab itu harus ada tindakan-tindakan untuk mencegah persebaran rokok yang merajalela ini. Namun, hal yang pertama kali harus diubah yaitu pola pikir masyarakat terhadap rokok sehingga menjadi peka pada keberadaannya yang merugikan. Jangan seperti peraturan daerah mengenai merokok di tempat umum yang diacuhkan oleh masyarakat.

1Dewi Susanna, Budi Hartono, dan Hendra Fauzan, “Penentuan Kadar Nikotin Dalam Asap Rokok,” Seri Kesehatan, (Jakarta: Universitas Indonesia, 2003), 347.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar