Sabtu, 14 Januari 2012

Blooming Fitoplankton Membunuh Ikan

Blooming Fitoplankton Membunuh Ikan 

Blooming fitoplankton merupakan peristiwa yang biasa terjadi di permukaan laut maupun di danau. Peristiwa ini disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi zat hara disuatu perairan sehingga memicu ledakan populasi fitoplankton. Fitoplankton tertentu mempunyai peran menurunkan kualitas perairan apabila jumlahnya berlebih.
Faktor yang menyebabkan blooming (ledakan) fitoplankton antara lain karena adanya eutrofikasi, adanya upwelling yang mengangkat massa air kaya unsur-unsur hara, adanya hujan lebat, dan masuknya air ke laut dalam jumlah yang besar. Peristiwa ledakan ini ditandai dengan perubahan warna air yang awal berwarna biru/hijau kebiruan menjadi merah, merah coklat, hijau kekuningan atau putih bergantung pada pigmen yang dikandungnya. Berubahnya warna air laut yang dikenal dengan sebutan red tide atau pasang merah. Namun pada perkembangannya, istilah ini sering menyesatkan karena ledakan fitoplankton ternyata tidak selalu dicirikan dengan warna merah (red).


Gambar. Perubahan warna air laut menjadi merah (red tide).

Fitoplankton merupakan produsen primer pada suatu perairan. Namun tidak selamanya populasi fitoplankton yang banyak dapat memberikan keuntungan pada perairan. Pada beberapa kasus, ledakan fitoplankton justru menjadi pembunuh kehidupan biota lainnya, termasuk ikan. Beberapa kejadian fatal yang disebabkan oleh fitoplankton beracun tercatat di perairan Lewotobi dan Lewouran (Nusa Tenggara Timur), Pulau Sebatik (Kalimantan Timur), perairan Makassar, Teluk Ambon, dan Danau Maninjau.

Gambar. Blooming fitoplankton di Danau Maninjau.

Pada Oktober 2011, Danau Maninjau mengalami ledakan fitoplankton yang menyebabkan banyak ikan mati sehingga merugikan petani keramba. Ledakan ini dapat membunuh ikan karena berkurangnya oksigen di dalam air dan menghancurkan insang yang dapat menyebabkan kematian. Ledakan fitoplankton di danau Maninjau disebabkan juga oleh pemberian pakan ikan yang berlebihan dan sampah organik yang mengendap di dasar.

 Gambar Ikan yang mati akibat blooming fitoplankton.

 Selain menyebabkan kematian pada ikan, ledakan populasi fitoplankton yang diikuti dengan keberadaan jenis fitoplankton beracun akan menimbulkan Ledakan Populasi Alga Berbahaya (Harmful Algae Blooms – HABs). Beberapa jenis fitoplankton beracun mengeluarkan racun (toxin) penyebab beberapa penyakit, seperti Paralytic Shellfish Poisoning (PSP), Amnesic Shellfish Poisoning (ASP), dan Diarrhetic Shellfish Poisoning (DSP). Racun-racun tersebut menyerang susunan saraf, sistem pernafasan dan pencernaan, menyebabkan amnesia, dan koma pada manusia.

Sumber: Berbagai sumber.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar