Senin, 30 Januari 2012

Burung Hantu Bertanduk Besar (The Great Horned Owl)


Orang telah memperhatikan burung hantu sejak lama. Gambar burung yang pertama kali diidentifikasikan adalah burung hantu. Gambar ini ditemukan pada zaman batu, ribuan tahun yang lalu. Nenek moyang kita memiliki perbedaan pikiran mengenai burung hantu. Suku Tlingit Indian dari Alaska berpikir bahwa burung hantu adalah sumber kesembuhan yang besar. Orang dewasa Tlingit percaya bahwa burung hantu dapat memberikan kabar buruk. Suku Koyukon Athaspeka Indian dari Alaska percaya bahwa burung hantu merupakan symbol kebijaksanaan.
Beberapa ratus yahun yang lalu, orang Yunani menghubungkan burung ini dengan dewa kebijaksanaan. Akan tetapi sebagian orang berpikir bahwa burung hantu merupakan symbol dari iblis dan yang lainnya berpikir burung hantu dapat menjauhkan mereka dari iblis. Sayap burung hantu dikaitkan pada gudang untuk menghindari nasib buruk. Daging / sup burung hantu dapat digunakan untuk menyembuhakan anak-anak dari penyakit.
Burung hantu bertanduk besar merupakan salah satu jenis burung hantu. Nama yang diberikan oleh ahli burung untuk spesies ini adalah Bubo virgianianus. Ahli peneliti burung mengelompokkannya dalam suku Strigiformes. Burung hantu bertanduk besar merupakan salah satu dari 130 jenis dari kelompok burung hantu yang ada di seluruh dunia. Mereka menempati tanah yang luas diseluruh dunia kecuali di Antartika. Di Amerika Utara Bubo adalah satu dari 8 spesies burung hantu.
Sebagai jenis yang terpisah ,  burung hantu bertanduk besar  memiliki perbedaan dari kerabatnya, tetapi di waktu yang sama bulunya hampir sama dengan burung hantu yang lain. Badannya yang besar, mata dan wajahnya yang menatap kedepan. Terdapat “ruff” pada bulu disekeliling matanya , “ruff” juga disebut cakram wajah yang membantu burung hantu terlihat gagah. Paruh burung hantu pendek dan sangat tajam berbentuk seperti pengait. Dengan paruh yang penuh kekuatan burung hantu juga memiliki cakar yang kuat dan kuku di ujung jarinya.
Burung hantu bertanduk besar adalah burung hantu terbesar di Amerika dengan “tanduk” yang dimilikinya. The “earless” great grey owl adalah burung hantu terbesar di Amerika Utara. Burung yang hidup di hutan Coniferae ini panjangnya mencapai 33 inci.
Kenyataannya, kebanyakan burung hantu bertanduk besar mempunyai berat badan yang lebih dibandingkan burung hantu abu-abu besar. Burung hantu abu-abu besar beratnya mencapai 3-5 pound. Burung hantu bertanduk besar hidup diutara Kanada dan Alaska serta pegunungan Aldes, Meksiko.
Tanduk dari burung hantu bertanduk besar sebenarnya adalah bulu, Fungsi dari tanduk ini masih misteri, Bagi burung ini, tanduk menunjukkan perilakunya. Ketika merasa terganggu mereka akan menggerakkan tanduknya naik.
Burung hantu bertanduk besar mempunyai tenggorokan atau bagian dadanya berwarna putih, dengan bulu penutup berwarna cokelat dan abu-abu dengan beberapa garis hitam melintang di dadanya. Jantan dan betina memiliki warna bulu penutup yang sama. Dengan warna yang seperti itu sangat membantu mengumpat didaerah hutan.
Burung Hantu bertanduk besar lebih aktif pada malam hari, mereka lebih sering menggunakan pendengaran daripada penglihatan. Burung hantu bertanduk besar ”berbunyi” , khususnya di akhir musim dingin. Untuk mengenali burung hantu bertanduk besar dengan suaranya sangat sulit dilakukan karena mereka memiliki banyak suara. Burung hantu jantan memiliki empat atau lima jenis bunyi sedangkan burung hantu betina memiliki enam atau delapan jenis bunyi. Bunyinya kira-kira seperti oot-too-hoo, hoo-hoo. Selain itu juga memiliki bunyi seperti peluit kereta api dan kucing jantan yang bekelahi. Bahkan bunyi seperti dengkuran halus burung dara di dalam hutan mungkin itu adalah burung hantu bertanduk besar. Burung hantu bertanduk besar sering bersahut-sahutan antara satu dengan yang lain.
Burung hantu bertanduk besar mendapatkan julukannya dari ”telinga” dan suaranya. Sebagai pemburu yang sangat kuat, mahir dan galak, ia mendapatkan julukan lain yaitu harimau bersayap (Winged Tiger). Seperti harimau, burung hantu bertanduk besar dapat bertahan hidup jika ia dapat mempertahankan diri dan membunuh binatang lain. Burung hantu bertanduk besar kadang-kadang makan dengan membunuh binatang lain. Mereka lebih memilih mangsa segar dan akan menyerang binatang yang lebih kecil. Sekarang dan selanjutnya burung hantu bertanduk besar menyerang binatang yang lebih besar dari dirinya. Yang termasuk kedalam daftar makanannya yaitu kelinci, tikus, tikus tanah, anak tikus, ”Shrew”, kelelawar, tupai terbang, tupai pohon, ”woodchucks”, sigung, musang ikan, kucing domestik, angsa Kanada, ”Grebes”, kowak kecil, kedidi, bebek, burung pelatuk, burung hantu lainnya, dan bahkan ular derik. Di penangkaran burung hantu bertanduk besar membunuh dan memakan bagian dari burung hantu bertanduk besar lainnya yang telah menjadi pasangannya selama tujuh tahun. Burung hantu bertanduk besar kadang-kadang menangkap serangga, seperti jangkrik besar. Kelinci dan tikus adalah mangsa favoritnya. Sering sekali, mangsa dari burung hantu bertanduk besar sangat berlimpah. Kemudian burung hantu dapat membunuh mangsa lebih dari yang ia butuhkan. Ketika hal itu terjadi, burung hantu dapat menjadi  sedikit memilih dan seperti manusia, hanya makan potongan daging terbaik.
Bulunya, mata, telinga, paruh, talons bahkan tulangnya dibuat untuk membantunya dalam menangkap mangsanya. Bulu dari burung hantu bertanduk besar membuatnya terbang tanpa suara. Tidak semua burung tentunya dapat terbang dengan tenang. Tetapi bulu dari burung hantu berbeda dengan bulu burung lainnya. Ketika burung elang terbang bulunya kaku, bulu terbang yang panjang dari burung hantu bertanduk besar memiliki tepi yang lembut. Bulu-bulu pada sayap permukaan seperti beludru. Semua bulu melunakkan kebisingan yang dibuat oleh udara disekitar mereka.
Bola mata burung hantu bertanduk besar tidak bergerak, sehingga tidak bisa melihat banyak sisi. Tetapi dapat dengan mudah memindahkan kepalanya dari sisi ke sisi lain tanpa harus memindahkan tubuhnya. Leher burung hantu sangat fleksibel. Orang-orang percaya bahwa burung hantu bisa memutar kepala mereka sepenuhnya 360 derajat. Burung hantu dapat mengubah tengah kepalanya dengan sangat mudah, dan beberapa spesies dapat memutar kepala mereka  tiga perempat lingkaran penuh yang membuatnya dapat menjangkau daerah yang lebih lebar.
mata dan kelopaknya mirip dengan manusia. Mereka adalah satu-satunya kelompok burung yang dapat menjatuhkan kelopak mata atas mereka ketika mereka berkedip. Manusia berkedip dengan cara yang sama seperti mereka. Sebuah burung hantu bila sedang mengantuk terlihat  tutup kelopak matanya lebih rendah, seperti burung-burung lain. Sebuah kelopak mata ketiga, yang disebut nictitans, terbuat dari selaput kulit. Saat berkedip dengan membrane nictitans, burung hantu dapat melihat, moinsten matanya, dan melindungi bola mata pada saat yang sama.
Dengan pendengaran dan penglihatan yang sangat baik  burung hantu besar bertanduk biasanya dapat mencari makan. Seringkali duduk diam bertengger, menunggu, dan mendengarkan. Ketika meninggalkan tempatnya bertengger, burung hantu kemudian  melayang menuju target. Tepat sebelum mendarat menuju target, burung hantu besar bertanduk mengacungkannya kaki ke depan. Setiap kaki memiliki empat jari yang berakhir dengan cakar tajam berukuran 1 inci dan ¼ inci (3cm) panjangnya. Cakar melengkung menyebar luas terpisah dan terkunci bila mereka menyerang binatang. Kekuatan dari cakar mereka ialah dapat membunuh mangsa mereka dan membawanya dalam satu kaki. Jika ada serangan binatang lebih besar datang, mereka dengan mudah dapat membunuh, mungkin melawan atau memutuskan untuk terbang. Berkelahi dengan mangsa dapat mengakibatkan cedera atau bahkan kematian bagi burung hantu. Sebuah burung hantu bertanduk besar yang menyerang landak meninggal enam puluh enam duri dalam tubuhnya. Kelaparan mungkin adalah alasan mereka kadang-kadang menghadapi mangsa yang lebih besar.
Burung hantu besar bertanduk banyak menelan seluruh mangsanya. Mereka juga dapat menelan tulang dan bulu-bulu dari mangsa mereka.

Pertumbuhan Anak Burung Hantu Besar Bertanduk

Burung hantu betina bertanduk besar mengerami telur-telurmya dua atau tiga hari secara terpisah, jadi burung hantu muda menetas dua atau tiga hari secara terpisah. ukuran,anak burung hantu yang baru menetas lebih besar dari anak ayam. Tidak seperti anak ayam, yang dapat segera mencari makananya sendiri, anak burung hantu bertanduk besar tidak dapt melkaukan apapun setelah menetas. Mata mereka tertutup selama satu minggu dan mereka tidak dapat berdiri. Mereka memiliki penutup tubuh yang lembut yaitu bulu yang sangat kecil yang dikenal sebagai bulu halus. Bulu halus berwarna putih membantu burung hantu muda tetap hangat, tetapi kebanyakan kehangatan berasal dari induknya. Burung hantu betina menghangatkan anaknya dengan bulu-bulunya. Selama burung hantu betina bertengger di sarang, anak-anak burung hantu beristirahat di bawah bulu sayap dan dada induk mereka. Anak burung hantu bertanduk besar lahir pada bulan Februari atau Maret, dan memerlukan kehangatan induknya selama beberapa bulan.
Burung hantu muda tinggal di sarang selama enam sampai tujuh minggu. Selama waktu tersebut, induk mereka memberikan makanan kepada anak mereka. Jika kegiatan  berburu sedang bagus, burung hantu dewasa memberikan lebih banyak makanan untuk dapat dimakan oleh anaknya. Salah satu burung hantu bertanduk besar yang terdapat di sarang dapat memiliki beban  seberat 18 pounds (8,2 kg) binatang mati.
Selama anak burung hantu bertanduk besar tumbuh, tubuh mereka menjadi lebih kuat dan suara mereka menjadi lebih nyaring. Bulu burung hantu yang baru, menggantikan bulu halus dan membantu mereka menahan dingin. Ketika seseorang datang dari jarak dekat, mereka bersuit, menggertakan bills mereka dan mengembangkan sayapnya. Sayap yang lebar membantu mereka terlihat lebih besar dan lebih ganas dari yang sebenranya.
Pada saat anak burung hantu besar bertanduk berumur 40 hari, mereka menggeliat keluar dari sarang. Mereka tinggal di dekat sarang dan burung hantu dewasa tetap membawakan makanan untuk mereka. Burung hantu muda selalu mencakar pohon yang ada didekat sarangnya. Tetapi saat mereka sudah dapat terbang maka mereka tidak akan meninggalakan sarangnya tersebut.
Pada saat berumur 65 hari, anak burung hantu bertanduk besar siap untuk mulai terbang. Burung hantu muda lebih merasa aman bertengger daripada mengepakkan sayap ke angkasa. Sang induk menolong anaknya mengatasi ketakutan anak mereka. Beberapa penerbangan awal jaraknya sangat dekat. Pada saat pertama Burung hantu sepertinya menabrak daratan, tetapi karena mereka memiliki berbulu halus dan tidak kelihatan sakit. Setelah itu, mereka mencakar pohon dan segera mencobanya untuk terbang lagi
Keahlian berburu datang lebih lambat daripada belajar untuk terbang. Setelah burung hantu bertanduk besar mulai belajar terbang, induk mereka tetap memberikan makanan. Sementara itu, burung hantu muda mulai terbang dari tempat bertengger dan menagkap mangsa mereka sendiri jika sesuatu datang dari jarak dekat. Tangkapan pertama kebanyakan dari serangga jatuh. Burung hantu muda, kelihatannya selalu lapar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar