Selasa, 31 Januari 2012

PENGARUH OBESITAS TERHADAP PENYAKIT JANTUNG KORONER


PENGARUH OBESITAS TERHADAP PENYAKIT JANTUNG KORONER
          Jurusan Biologi, Universitas Negeri Jakarta

Abstract
Obesity is a medical condition in which excess body fat has accumulated to the extent that it may have an adverse effect on health, leading to reduced life expectancy and/or increased health problems. Obesity increases the likelihood of various diseases, particularly heart disease, type 2 diabetes, breathing difficulties during sleep, certain types of cancer, and osteoarthritis. Obesity is most commonly caused by a combination of excessive dietary calories, lack of physical activity, and genetic susceptibility, although a few cases are caused solely by genes, endocrine disorders, medications or psychiatric illness.

Key Words: heart disease, obesity.


Pendahuluan
Peradaban manusia dan perkembangan teknologi terus berkembang seiring dengan perubahan zaman. Perubahan ini akan berdampak langsung terhadap pola atau gaya hidup manusia. Tuntutan akan pemenuhan kebutuhan hidup dan tingkat persaingan kerja membuat manusia selalu memanfaatkan segala macam teknologi yang ada disekitar. Inimembuat manusia cenderung memilih untuk bergaya hidup yang serba praktis, cepat, dan instant, sehingga tidak ada waktu yang terbuang dengan sia-sia.
Gaya hiduup ini juga banyak dilakukan oleh manusia modern dalam mengkonsumsi makanan. Mereka lebih memilih makanan dan minuman siap saji seperti makanan instant, junk food yang dapat dipesan dalam restoran fast food, agar dapat menghemat waktu. Padahal makanan dan minuman siap saji ini pada umumnya sangat merugikan kesehatan karena mengandung kolesterol tinggi, rendah serat, dan kadar gula yang tinggi. Namun merekatidakmementingkan hal ini selama dapat memanfaatkan waktu dan perut terisi penuh.
Gaya hidup seperti ini menyebabkan obesitas atau kelebihan berat badan. Dengan gaya hidup yang serba instant ditambah kurangnya waktu untuk berolahraga memperparah keadaan ini. Disebutkan baru-baru bahwa kelebihan berat badan atau obesitas ini merupakan salah satu pemicu berbagai penyakit, salah satunya adalah penyakit jantung.

Pembahasan
Obesitas atau kegemukan mempunyai pengertian yang berbeda-beda bagi setiap orang. Pada kebanyakan wanita dan pria, obesitas berarti kelebihan berat badan (BB) jauh melebihi berat yang diinginkan. Terkadang kita sering dibuat bingung dengan pengertian obesitas dan overweight, padahal kedua istilah tersebut mempunyai pengertian yang berbeda. Obesitas (kegemukan) adalah suatu keadaan dimana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih, sehingga BB seseorang jauh di atas normal dan dapat membahayakan kesehatan. Sementara overweight (kelebihan berat badan) adalah keadaan dimana BB seseorang melebihi BB normal.
Obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk dengan energi yang keluar. Bisa dikatakan bahwa pada obesitas jumlah energi dari makanan yang dimakan lebih banyak dari jumlah aktivitas tubuh yang membakar energi dari makanan tersebut. Faktor budaya, keturunan atau genetic juga dapat mempengaruhi terjadinya obesitas.
Sampai saat ini belum ada standar yang memuaskan definisi obesitas dan cara pengukurannya. Beberapa cara untuk menentukan obesitas di antaranya desintrometri, pengukuran total kalium tubuh, USG,CT, MRI, pengukuran antropometri dengan mengukur berat badan total, tinggi badan, tebal lemak subkutis, panjang lingkar bagian tubuh tertentu, dan perhitungan berdasarkan nilai angka antropometri.
Cara yang sering dipakai untuk menentukan seseorang obesitas dengan mengukur berat badan relative (berat badan subyek dibagi berat badan standar untuk tinggi tertentu), dan indeks massa tubuh (IMT/BMI = Body Mass Index), berat dibagi kuadrat tinggi badan.

Sampai saat ini kriteria untuk menyatakan seseorang obesitas sehubungan dengan komplikasi metabolik masih belum beragam. Seseorang dinyatakan kelebihan berat badan apabila mempunyai berat badan relatif > 120 % berat ideal, >125 % berat ideal, atau > 130 %berat ideal. Bila berdasarkan indeks massa tubuh (IMT/BMI), obesitas apabila IMT > 30 kg/m2.

 
METODE                 NORMAL                OVERWEIGHT            OBESITAS
BB Relatif                   = BB ideal                  > 120 % BB ideal            > 130 % BB Ideal
IMT                           20-<25                       (25-30)                           > 30

 
Obesitas dihubungkan dengan lemak tubuh. Lemak tubuh sebenarnya banyak manfaat bagi tubuh sebagai penyimpan energi cadangan, penyekat panas, peredam guncangan, pembentuk tubuh, dan sebagainya. Tetapi jika jumlah timbunan lemak tubuh menjadi berlebihan, lemak akan menimbulkan masalah kesehatan, salah satunya penyakit jantung.
Obesitas akan mengakibatkan terjadinya peningkatan volume darah sekitar 10-20%, bahkkan sebagian ahli meyatakan dapat mencapai 30%. Hal ini tentu merupakan beban tambahan bagi jantung, otot jantung akan mengakibatkan perubahan struktur berupa hipertropi atau hiperplasi yang keduanya dapat mengakibatkan terjadinya gangguan dalam memompa darah dalam jantung atau lazim disebut dengan gagal jantung atau lemah jantung, dimana penderitanya mengalami sesak napasbiala melakukan kegiatan yang ringan, sedang maupun berat.
Obesitas dapat mempercepat terjadinya penyakit jantung koroner melalui berbagai cara, yaitu : 1. Obesitas mengakibatkan terjadinya perubahan lipid darah, yaitu peninggian kadar kolesterol darah, kadar LDL kolesterol meningkat (kolesterol jahat, yaitu zat yang mempercepat penimbunan kolesterol pada dinding pembuluuh darah), penurunan kadar HDL-kolesterol (koolesterol baik, yaitu zat yang mencegah terjadinya penimbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah). 2. Obesitas mengakibatkan terjadinya hipertensi (akibat peningkatan volume darah, peningkatan kadar rennin, peningkatan kadar aldosteron dan insulin, meningkatnya tahanan pembuluh darah sistemik, serta terdapatnya penekanan mekanis oleh lemak pada dinding pembuluh darah tepi).3. Obesitas juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan tolerensi glukosa ataupun kencing manis. Menurut Westlund dan Nicholas Sen, obesitas sedang akan meningkatkan resiko penyakit jantung koroner 10 kali lipat,bahkan jika berat badan lebih besar 45% dari berat badan standar, maka resiko terjadinya penyakit kencing manis akan meningkat menjadi 30 kali lipat.
Oleh karena hipertensi, hiperkolesterol, LDL-kolesterol, HDL-kolesterol, dan kencing manis (diabetes mellitus) merupakan faktor resiko penyakit jantung koroner (PJK), maka peningkatan tersebut dapat menyebabkan penyakit jantung koroner.
Menurut hasil penelitian Skandinavia (Scandinavian study),bahwa obesitas akan mengakibatkan terjadinya peningkatan factor-faktor pembekuan darah, sebagaimana diketahui bahwa factor pembekuan darah merupakan factor resiko untuk terjadinya serangan jantung atau stroke. Obesitas akan meningkatkan resiko stroke 20% dan resiko serangan jantung 8 kali lipat dibandingkan mereka yang bukan obesitas. Jika  berat badan naik 20% maka angka kematian 20% pada pria dan 10% pada wanita. Sebaliknya menurut studi Framingham, penurunan berat badan akanmemperpanjang usia dan dengan penurunan berat badan sampai 10% akan menurunkan insiden penyakit jantung koroner 20%.

Kesimpulan
Kajian ini secara umum menyatakan bahwa perubahan zaman membuat manusia menjadi memanfaatkan waktu semaksimalnya sehingga lebih memilih melakukan semua kegiatan dengan cepat, salah satunya memilih makanan dan minuman dengan instant. Makanan dan minuman instant tersebut menyebutkan kerugian kesehatan, salah satunya yaitu obesitas. Obesitas atau penumpukan lemak tubuh yang berlebih merupakan salah satu pemicu penyakit jantung koroner. Obesitas menyebabkan hipertensi, hiperkolesterol, LDL-kolesterol, HDL-kolesterol, dan kencing manis (diabetes mellitus) yang merupakan faktor resiko penyakit jantung koroner (PJK), maka peningkatan tersebut dapat menyebabkan penyakit jantung koroner.

Daftar Pustaka
Freedman DM, Ron E, Ballard-Barbash R, Doody MM, Linet MS. 2006. Body mass index and all-cause mortality in a nationwide US cohort. Int J Obes 30 (5).
Keller, K. 2008. Encyclopedia of Obesity, Thousand Oaks, Calif: Sage Publications, Inc.
Payne, W.A. dan D.B. Hahn. 2004. Understanding Your Health. New York: Mc Graw Hill Inc.

1 komentar:

  1. terimakasih banyak, artikelnya sangat bermanfaat dan mudah dipahami...

    BalasHapus