Senin, 23 Januari 2012

Sawi Caisim

Sawi adalah sekelompok tumbuhan dari marga Brassica yang dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan (sayuran), baik segar maupun diolah. Sawi mencakup beberapa spesies Brassica yang kadang-kadang mirip satu sama lain. Di Indonesia penyebutan sawi biasanya mengacu pada sawi hijau (Brassica rapa kelompok parachinensis, yang disebut juga sawi bakso, caisim, atau caisin).

Melihat geografis Indonesia sangat tepat sebagai sentra tanaman sayuran diantaranya adalah sawi. Ditinjau dari aspek klimatologis, aspek teknis, aspek ekonomis dan aspek sosialnya sangat mendukung, sehingga layak untuk diusahakan di Indonesia. Sebutan sawi orang asing adalah mustard. Perdagangan internasional dengan sebutan green mustard, chinese mustard, indian mustard ataupun sarepta mustard. Orang Jawa, Madura menyebutnya dengan sawi, sedang orang Sunda menyebutnya dengan sasawi. Berikut ini adalah klasifikasi dari sawi hijau: 

Klasifikasi: 
Kingdom         : Plantae 
Subkingdom    : Tracheobionta 
Super Divisi     : Spermatophyta 
Divisi               : Magnoliophyta 
Kelas               : Magnoliopsida 
Subkelas          : Dilleniidae 
Ordo                : Capparales 
Famili               : Brassicaceae 
Genus               : Brassica 
Spesies             : Brassica rapa var. parachinensis L. 

Sawi hijau (caisim) termasuk jenis sayuran daun yang mempunyai nilai ekonomi tinggi di Indonesia maupun beberapa negara di dunia. Pengembangan budidaya sawi hijau mempunyai prospek baik untuk mendukung upaya peningkatan pendapatan petani, peningkatan gizi masyarakat, perluasan kesempatan kerja, pengembangan agribisnis, peningkatan pendapatan negara melalui pengurangan impor dan memacu laju pertumbuhan ekspor (Rukmana dalam Sebayang, 2010). 
Sawi caisim cocok ditanam didataran rendah dan menengah pada berbagai jenis tanah. Tipe tanaman tegak dengan bentuk daun menarik, tepi daun rata dan berwarna hijau cerah. Rasa daun enak , tekstur lembut , tekstur batang renyah dan tidak berserat. Dapat dipanen pada umur 25 HST dengan potensi hasil 400 - 500 gram per tanaman 25 gram.
Sawi bukan tanaman asli Indonesia, menurut asalnya di Asia. Karena Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga dikembangkan di Indonesia ini. Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. 
Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi. Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl. 
Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk. lebih cepat tumbuh apabila ditanam dalam suasana lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yang menggenang. Dengan demikian, tanaman ini cocok bils di tanam pada akhir musim penghujan. 
Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 sampai pH 7.

1 komentar:

  1. tanaman yang sangat bermanfaat ternyata, untung saya sudah sering makan.

    BalasHapus