Rabu, 11 Januari 2012

Seagrass (Padang Lamun)

Padang lamun atau biasa disebut seagrass merupakan salah satu ekosistem yang ada di laut. Seagrass apabila diartikan ke bahasa Indonesia berarti rumput laut. Namun sebenarnya telah terjadi salah kaprah penamaan, rumput laut yang biasa kita gunakan sebagai salah satu bahan makanan ataupun bahan komestik merupakan "rumput laut" atau disebut seaweed. Hal ini membuat rancu dalam istilah botani, karena seaweed merupakan alga atau ganggang, sedangkan secara botani, yang dimaksud sebagai rumput laut (seagrass) adalah lamun, sekelompok tumbuhan sejati anggota kelompok monokotil yang telah beradaptasi dengan air laut, bahkan tergantung pada lingkungan ini. Lamun kurang berarti secara ekonomi bagi manusia, tetapi padang lamun menjadi tempat hidup yang disukai berbagai penghuni perairan laut dangkal di daerah tropika.

 
Gambar 1. Seagrass beds (Hays, 2002).

  
Gambar 2. A diver collects samples of the lethal Caulerpa taxifolia plant from the Mediterranean seafloor off Cap Martin, France (Woodard, 2003).

Dalam Thesis Mahardhikaningtyas (2010), menyatakan bahwa padang lamun dapat berbentuk vegetasi tunggal yang disusun oleh satu jenis lamun saja atau vegetasi campuran yang disusun mulai dari 2 sampai 12 jenis lamun yang tumbuh bersama pada suatu substrat (Kirkman, 1985 dalam Kiswara dan Winardi, 1997). Pengertian lamun sendiri menurut Den Hartog (1970) dalam Kiswara (1997) yaitu tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang tumbuh dan berkembang baik pada dasar perairan laut dangkal, mulai daerah pasang surut (zona intertidal) sampai dengan daerah sublitoral. Peranan padang lamun secara fisik di perairan laut dangkal adalah membantu mengurangi tenaga gelombang dan arus, menyaring sedimen yang terlarut dalam air, dan menstabilkan dasar perairan (Fonseca et al., 1982 dalam Kiswara dan Winardi, 1997).
Banyak organisme yang secara ecologis dan biologis sangat tergantung pada keberadaan lamun. Padang lamun sering dijumpai berdampingan atau tumpang tindih dengan ekosistem mangrove dan terumbu karang. Bahkan, terdapat interkoneksi antarketiganya. Karena fungsi lamun tak banyak dipahami, banyak padang lamun yang rusak oleh berbagai aktivitas manusia. Luas total padang lamun di Indonesia semula diperkirakan 30.000 kilometer persegi, tetapi diperkirakan kini telah menyusut 30-40 persen.
Padang lamun memiliki fungsi ekologis dan nilai ekonomis yang sangat penting bagi manusia. Menurut Nybakken (1988), fungsi ekologis padang lamun adalah: (1) sumber utama produktivitas primer, (2) sumber makanan bagi organisme dalam bentuk detritus, (3) penstabil dasar perairan dengan sistem perakarannya yang dapat menangkap sedimen (trapping sediment), (4) tempat berlindung bagi biota laut, (5) tempat perkembangbiakan (spawning ground), pengasuhan (nursery ground), serta sumber makanan (feeding ground) bagi biota-biota perairan laut, (6) pelindung pantai dengan cara meredam arus, (7) penghasil oksigen dan mereduksi CO2 di dasar perairan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar