Selasa, 31 Januari 2012

Studi Tumbuhan Air di Kolam Green House Universitas Negeri Jakarta


Studi Tumbuhan Air di Kolam Green House
Universitas Negeri Jakarta


Pendahuluan

Mempelajari suatu sistem perairan, perlu diawali dengan mengidentifikasi komponen-komponen penyusun perairan tersebut dan hubungan ekologis antara komponen-komponen penyusunnya. Tumbuhan air merupakan bagian dari vegetasi penghuni bumi ini yang media tumbuhnya adalah perairan. Penyebarannya meliputi perairan air tawar, payau sampai ke lautan dengan beraneka ragam jenis, bentuk dan sifatnya. Jika memperhatikan sifat dan posisi hidupnya diperairan, tumbuhan air dapat dibedakan dalam 4 jenis yaitu: tumbuhan air yang hidup pada bagian tepian perairan disebut marginal aquatic plant; tumbuhan air yang hidup pada bagian permukaan perairan disebut floating aquatic plant; tumbuhan air yang hidup melayang didalam perairan disebut submerge aquatic plant; dan tumbuhan air yang tumbuh pada dasar perairan disebut deep aquatic plant.
Tumbuhan air memiliki banyak kemampuan seperti yang dijelaskan oleh Stowell (2000) dalam Yusuf (2008), tumbuhan ini memiliki kemampuan untuk menetralisir komponen-komponen tertentu pada perairan. Penetralan yang dilakukan oleh tumbuhan air ini sangat bermanfaat dalam proses pengolahan limbah cair. Selain itu, tumbuhan ini juga berperan dalam menstabilkan pengaruh iklim, angin, cahaya matahari dan suhu Reed (2005) dalam Yusuf (2008)
Untuk itu, suatu penelitian mengenai tumbuhan air dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penyusun tumbuhan air yang terdapat pada lingkungan sekitar kolam Green House.

Metodologi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 Desember 2010 di Green House, Universitas Negeri Jakarta. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah alat tulis, kamera, dan buku identifikasi. Adapun bahan yang digunakan adalah tumbuhan air.
Metode yang digunakan yaitu Deskriptif. Dengan melakukan pengamatan langsung tumbuhan air yang terdapat pada Green House. Selanjutnya mengambil gambar dan mencatat tumbuhan air yang ada di Green House. Setelah itu, mengidentifikasi secara langsung jenis-jenis tumbuhan air tersebut dengan melihat buku identifikasi.

Hasil dan Pembahasan
1.   Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil pengamatan yang didapatkan diketahui bahwa tumbuhan air yang terdapat di Green House yaitu Acrostichum aureum, Alga filament (dalam air), Eichhornia crassipes (Eceng gondok), Equisetum sp, Hydrilla verticilata, Lemna sp, Marsilea crenata (Semanggi), Melati air, Nymphaea sp (Teratai), Pistia sp, Rhizophora sp (bakau).

2. Pembahasan
Acrostichum aureum merupakan tumbuhan menahun, paku laut hidup di lingkungan hutan bakau (mangrove), rawa pantai, tambak, serta di sepanjang sungai, parit dan kanal dekat laut. Meski demikian, Acrostichum aureum tidak seberapa tahan oleh penggenangan pasang air laut dan tak menyukai tanah-tanah dengan salinitas tinggi. Meski bersifat halofit (halophytic), paku laut membutuhkan pasokan air tawar yang cukup agar dapat tumbuh optimal. Di tempat-tempat di mana frekuensi penggenangan pasang laut cukup tinggi (10-28 kali perbulan), pakis ini tumbuh kerdil atau bahkan sama sekali tak mau tumbuh. Terhadap penyinaran matahari, paku ini dapat mentolerir berbagai kondisi seperti tumbuh di bawah naungan hingga ke tempat-tempat terbuka yang terik. Bahkan, paku ini dapat menginvasi lahan-lahan bekas tebangan dan membentuk padang paku laut yang cukup luas.
Eceng gondok (Eichhornia crassipes) hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Tingginya sekitar 0,4 - 0,8 meter. Tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut.
Eceng gondok biasanya tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tumbuhan ini dapat mentolerir perubahan yang ektrim dari ketinggian air, laju air, dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. Sebagai tumbuhan air eceng gondok berperan dalam menangkap polutan logam berat. eceng gondok mampu menyerap logam kadmium (Cd), merkuri (Hg), dan nikel (Ni), masing- masing sebesar 1,35 mg/g, 1,77 mg/g, dan 1,16 mg/g bila logam itu tak bercampur. Eceng gondok juga menyerap Cd 1,23 mg/g, Hg 1,88 mg/g dan Ni 0,35 mg/g berat kering apabila logam-logam itu berada dalam keadaan tercampur dengan logam lain.
Hydrilla verticillata mempunyai nama daerah ganggang atau ganggeng, dengan daun duduk berkarang 3-8, bentuk garis, pipih. Tepi daun bergigi runcing, panjangnya 0,75-4 cm dan agak lemas. Warna daun hijau muda atau tua, batang daun berongga dan mudah terapung, hidupnya menahun.
Lemna sp. adalah tumbuhan aquatik yang mengapung di air. Pertumbuhannya yang cepat menjadikan tumbuhan ini sebagai organisme uji untuk studi lingkungan dan bioremediasi air tercemar.
Marsilea crenata (Semanggi) tumbuhan dengan daun berdiri sendiri atau dalam berkas, menjari berbilang 4, tangkai daun panjang dan tegak, panjang 2-30 cm, anak daun menyilang, berhadapan, berbentuk baji bulat telur, gundul atau hampir gundul, dengan panjang 3-22 cm dan lebar 2-18 cm, urat daun rapat berbentuk kipas, pada air yang tidak dalam muncul diatas air. Biasanya di temukan di sawah, selokan dan genangan air dangkal.
Melati Air (Water Drop), bunganya berwarna putih tumbuh berderet pada tangkai yang panjang dalam jumlah beberapa kuntum. Setelah mekar dipagi hari secara bergantian, bunga melati air akan menguncup. Biasanya  dari bekas bunga-bunga itu tumbuh tunas-tunas tumbuhan. Daun melati air agak kaku, permukaan dan bagian bawah ditumbuhi bulu-bulu yang kasar.
Pada jenis tumbuhan ini terdapat tiga macam bentuk daun yang dijumpai yaitu bulat besar, lonjong besar dan lonjong kecil berbercak. Masing-masing memiliki bunga serupa, namun dengan ukuran tumbuhan yang berbeda. Tumbuhan jenis ini tidak tahan sinar matahari sepanjang hari. Jika daunnya menjadi berwarna kekuning-kuningan, sebaiknya pindahkan ke tempat yang sedikit terlindung.
Alga merupakan salah satu mikroorganisme akuatik yang dapat berperan sebagai penyebab pencemaran pada air permukaan. Kelebihan alga dibandingkan dengan organisme lain adalah mudah diperoleh, tumbuh cepat dalam jumlah yang banyak dan memiliki kapasitas penyerapan lebih tinggi dibandingkan dengan organisme lain. Alga mampu tumbuh subur pada daerah tropis dengan paparan sinar matahari yang tinggi, baik di dasar perairan maupun di permukaan, sehingga jumlah alga yang cukup besar mampu menurunkan kualitas air permukaan. Beberapa kasus pencemaran oleh alga telah banyak terjadi, sehingga akan mengakibatkan makhluk hidup lain yang berada di dalam air mengalami kematian. Hal ini dikarenakan alga memproduksi zat toksin yang dapat mengakibatkan kematian. Alga biasanya juga dipakai sebagai indikator untuk mengetahui kandungan logam berat yang terdapat dalam air. Namun apabila alga terdapat dalam jumlah yang besar, yang di sebut algal bloom, alga dapat mencemari air permukaan. Untuk itu diperlukan studi lebih lanjut mengenai pencemaran air permukaan yang disebabkan oleh alga.
Tumbuhan selanjutnya yang terdapat pada kolam Green House yaitu Nymphaea sp (Teratai). Tumbuhan teratai memiliki ciri khas dengan daun yang mengambang di permukaan air yang tenang. Teratai telah diuji sebagai pereduksi nutrien pada kolam-kolam pengolahan yang menerima air limbah pencucian laboratorium analisis kimia (Sunanisari, 2009). Pada penelitian yang lainnya menyatakan bahwa teratai mampu mengakumulasi logam berat Hg dari air limbah tambang emas rakyat di kecamatan Dimembe (Palapa, 2009).
Tumbuhan air yang ada di Green House yaitu paku ekor kuda (Equisetum sp.) merupakan tumbuhan air yang biasanya memang ditanam secara sengaja oleh manusia. Paku ini memiliki cirri khas yang unik yaitu batangnya yang terdiri dari ruas seperti sebuah puzzle. Seperti pada paku yang umumnya, Equisetum sp. bereproduksi menggunakan spora yang terdapat pada strobilus yang berbentuk seperti gada yang letaknya berada pada ujung batang. Equisetum sp. belum diketahui secara mendetail mengenai dampak dirinya terhadap lingkungan sekitar karena sampai saat ini belum banyak penelitian mengenai paku air tersebut.
Tumbuhan air yang telah ditemukan di Green House pada umumnya termasuk gulma air. Tumbuhan air pada mempunyai peranan sebagai sumber produsen primer perairan sehingga merupakan sumber makanan dari konsumen primer dan biofag (diantaranya ikan). Selain itu juga membantu aerasi perairan (melalui proses fotosintesis), mengatur aliran air, membersihkan air yang tercemar (melalui proses sedimentasi), serta penyerapan partikel mineral.
Peranan lain yang dimiliki oleh tumbuhan air yaitu sebagai tempat berlindung, tempat mencari makan dan tempat perkembangbiakan beberapa jenis ikan dan biota air. Disamping hal-hal positif tersebut, dampak negatif yang ditimbulkan juga biasanya lebih besar dibandingkan dengan manfaat yang diberikan. Tumbuhan air dalam jumlah yang kecil tidak menjadi masalah bahkan bermanfaat, yang menjadi masalah adalah bila terjadi invasi pertumbuhan yang sangat cepat, sehingga timbul kompetisi perairan yaitu antara ikan dan tumbuhan air untuk mendapat cahaya, oksigen dan unsur hara.
Apabila penyebaran tumbuhan air telah merata hingga menutupi permukaan air maka cahaya matahari tidak dapat masuk ke dalam air sehingga fotosintesis tidak dapat berlangsung dan keseimbangan hayati menjadi terganggu dan mengakibatkan menurunnya produktivitas perairan umum. Keadaan tersebut dapat mempercepat terjadinya pendangkalan, penyempitan ataupun mengganggu aliran air baik dari saluran yang masuk ataupun yang keluar.
Tumbuhan tersebut mempunyai toleransi besar terhadap perubahan lingkungan. Pertumbuhan dan regenerasinya cepat sehingga apabila daun pertamanya sudah tumbuh, tumbuhan akan lebih cepat berkembang lagi karena kemampuannya tinggi dalam mengikat energi matahari.




Kesimpulan
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penyusun tumbuhan air yang ada di Green House yaitu Acrostichum sp, Alga filament (dalam air), Eichhornia crassipes (Eceng gondok), Equisetum sp, Hydrilla verticilata, Lemna sp, Marsilea crenata (Semanggi), Melati air, Nymphaea sp (Teratai), Pistia sp, Rhizophora sp (bakau).

Daftar Pustaka
Palapa, Tommy, M. 2009. Bioremediasi Merkuri (Hg) dengan Tumbuhan Air Sebagai Salah Satu Alternatif Penanggulangan Limbah Tambang Emas Rakyat. Agritek Vol 17 No. 15 Septermber ISSN. 0852-5426.
Sunanisari, S., P. Tampubolon, E. Mulyana, dan Y. Mardiyati. 2009. Kemampuan Teratai dan Ganggeng dalam Menurunkan Kadar Nitrogen dan Phosphor. Laboratorium Analisis Kimia.
Yusuf, G. 2008. Bioremediasi Limbah Rumah Tangga dengan Sistem Simulasi Tanaman Air. Jurnal Bumi Lestari 8 (2): 136-144.

2 komentar:

  1. 1. Kalimat dari kutipn Stowel (2000), Suriawiria (2003) dan Reed (2005) sama persis dengan kutipan milik Guntur yusuf dalam Jurnal Bumi Lestari Vol 8, No. 2 tahun 2008. Mohon jika mengambil kutipan dari orang lain dengan kalimat yang sama cantumkan pengutip asli atau gunakan kalimat yang berbeda untuk menghindari plagiasi.

    Simpulan belum jelas maknanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih untuk masukannya. iyah, itu kutipan dari Yusuf tdk saya masukan. tapi sudah saya perbaiki. :)

      untuk simpulan, saya memang hanya ingin melihat tanaman apa saja yg ada.

      Hapus