Sabtu, 24 Maret 2012

SERAT DAN TANAMAN SERAT


Tanaman yang menghasilkan serat memliki dua fungsi, yaitu sebagai tanaman pangan untuk manusia dan berpengaruh terhadap kemajuan peradaban. Manusia primitif berusaha mendapatkan tiga keperluan penting dalam kehidupannya, yaitu pangan, papan (tempat berlindung), dan sandang. Meskipun terdapat hasil dari hewan, namun manusia memerlukan baju yang lebih ringan dan sejuk dibandingkan dengan kulit. Semua keinginan tersebut dapat dipenuhi oleh helaian fleksibel yang ada pada batang, daun, dan akar pada banyak tanaman.
Pemanfaatan serat dari tanaman lebih luas digunakan dibandingkan wool, sutra, dan serat dari hewan lainnya. Sangat sulit mengetahui pasti angka jenis tanaman serat, namun kira-kira terdaoat lebih dari dua ribu jenis. Tujuh ratus lima puluh terdapat di kepulauan Filiphina. Serat dari tanaman telah digunakan sejak lama oleh nenk moyang, contohnya sepeti linen yang digunakan pada Mesir Kuno.

Klasifikasi Ekonomi Serat
Serat Tekstil
            Penggunaan yang penting dari serat pada saat ini memiliki hubungan dengan industri tekstil yang terkait dengan pembuatan  kain, jaring, dan tali. Dalam pembuatan kain dan jaring, serat yang fleksibel diputar bersama menjadi benang kemudian ditenun, diputar, dirajut atau dimanfaatkan. Kain termasuk untuk baju, keperluan rumah tangga, kerai, layar, dan lain-lain, dan juga seperti bahan kasar goni dan karung. Semua serat kain digunakan sebagai kepentingan komersial. Kain jaring yang digunakan sebagai renda dan semua bentuk jaring.

Serat sikat
Serat ini keras dan kaku atau bahkan ranting dan batnag kecil yang digunakan dalam pembuatan sikat dan sapu.

Anyaman dan serat tenun kasar
Anyaman datar, lembut dan lunak, berserat untai yang bertautan untuk membuat topi jerami, sendal, keranjang, kursi anyaman, dan sejenisnya. Helaian yang lebih elastis secara kasar diuntai bersama untuk tikar dan atap jerami rumah. Sementara ranting  yang lentur atau serat kayu digunakan untuk keranjang, kursi, dan bentuk lain barang anyaman.

Serat pengisi
Serat ini digunakan sebagai kain pelapis untuk matras, bantal, dan lain-lain; sebagai pengeras dalam plester; sebagai bahan pengemas.

Serat alami
Serat ini biasanya berasal dari kulit pohon yang diekstrak dari lapisan kulit kayu dalam lapisan atau lembaran yang ditumbuk menjadi kasar untuk kain atau renda.

Serat untuk membuat kertas
Serat untuk membuat kertas termasuk serat kayu, serat tekstil baik dalam keadaan mentah atau diproduksi, dan jenis lainnya.

Struktur dan pembentukan serat
Meskipun serat memiliki kegunaan yang berbeda dan mungkin perbedaan tekstur, kekuatan, komposisi kimia, dan asal dengan sedikit pengecualian serat serupa bahwa mereka adalah sel sklerenkim dan berfungsi sebagai bagian dalam rangka tanaman. Sebagian besar serat memiliki sel yang panjang dengan dinding yang tebal, rongga kecil, dan ujung sel biasanya berbentuk runcing.Dinding sel seringkali mengandung lignin serta selulosa. Serat dapat terjadi secara tunggal atau dalam kelompok kecil, namun mereka biasanya lebih dalam bentuk lembaran jaringan dengan sel-sel individual saling tumpang tindih.
Serat biasanya ditemukan dibagian tanaman seperti batang, daun, akar, buah, dan bahkan biji. Terdapat empat jenis serat berdasarkan asalnya, yaitu termasuk serat kulit pohon, serat kayu, sel sklerenkim yang berhubungan dengan jaringan pembuluh angkut dalam daun, dan permukaan serat, yang berbentuk seperti rambut hasil biji dari berbagai tanaman.
Serat yang memiliki nilai ekonomi didapatkan dari banyak tanaman yang berbeda sukunya, terutama terdapat pada daerah tropis, seperti Graminaes, Palmaceae, Musaceae, Liliaceae, Amaryllidaceae, Urlicaceae, Malvaceae, Linaceae, Bombacaceae, Leguminosae, Moraceae, Tiliaceae, dan Bromeliaceae.

SERAT TEKSTIL
Serat tekstil memiliki beberapa persyaratan. Mereka harus panjang dan memiliki kerenggangan yang kuat, memiliki kepaduan dan kelenturan. Mereka harus memiliki bentuk yang baik, seragam, berkilauan, dan tahan lama. Serat yang memiliki nilai komersial harus memiliki sedikitnya karakteristik tersebut. Serat tekstil terdiri dari tiga kelas, serat permukaan, serat halus, dan serat kasar. Dua kelompok terakhir seringkali ditunjuk sebagai serat panjang.
Serat permukaan atau serat pendek seringkali disebut kapas. Serat halus merupakan serat kulit pohon yang diperoleh terutama dari perisikel atau kambium dari tanaman dikotiledon. Serat ini sanggup dibagi-bagi menjadi helaian yang memiliki fleksibilitas yang baik dan digunakan untuk tingkatan terbaik dari kain dan tali-temali. Mereka termasuk lenan, rami, dan goni.
Serat keras atau campuran adalah elemen struktur yang ditemukan terutama pada daun dari tanaman monokotil tropis, meskipun mereka terdapat pada bagian batang dan buah. Mereka digunakan untuk produk tekstil yang lebih kasar. Sisal, henequen, abaka, agave, kelapa, dan ananas merupakan contoh dari tanaman yang menghasilkan serat kasar.

Serat Permukaan

Kapas
Kapas merupakan tanaman industri yang terbesar, tanaman serat utama, dan salah satu yang tertua maupun yang termurah. Tanaman ini telah dikenal pada dunia kuno, jauh sebelum catatan tertulis dibuat. Tanaman kapas diduga berasal dari Asia, Afrika, Australia, dan Amerika. Tanaman kapas telah lama dikenal dan dibudidayakan sejak zaman prasejarah. Di India (di lembah Sungai Indus) telah dikenal sekitar 3000 tahun sebelum Masehi dan digunakan untuk bahan baku tekstil (Poehlman, 1977; AAK. 1983). Kapas juga telah digunakan di Asia Kecil, Ethiopia, dan Afrika Timur. Bahkan menurut Harlan dalam Lee (1984) di sekitar Asia Kecil (Timur Dekat) kapas telah dibudidayakan sejak tahun 7000 sebelum Masehi. Kapas masuk ke Eropa melalui Spanyol, dibawa oleh bangsa Moor. Di Cina telah dikenal sejak abad ke-7 dan di Amerika telah digunakan oleh suku Aztek dan Inca. Di Amerika terutama di Peru dan Meksiko tanaman kapas sebagai bahan baku pakaian telah dikenal jauh sebelum bangsa Eropa menemukan Amerika

Produksi Kapas
Pada tahun 1948 dunia memproduksi kira-kira 29.285.000 bungkus kapas, satu bungkus biasanya berisi 500 lb berat kotor. Amerika Serikat memimpin dengan produksi sebanyak 14.868.000 bungkus, diikuti India dan Pakistan dengan 2.812.000, Uni Soviet dengan 2.800.000, Cina dan Manchuria dengan 2.115.000, Mesir dengan 1.836.000, dan Brasil dengan 1.465.000 bungkus. Brasil menjadi negara dengan produksi kapas yang meningkat, hasil meningkat dari rata-rata 455.000 bungkus pada 1932-1933 menjadi 2.675.000 bungkus pada tahun 1944, tumbuh terutama di negara bagian Sao Paulo. Pada beberapa tahun sebelum tahun1934, Amerika Serikat memproduksi sedikitnya satu setengah hasil dunia dari kapas. Sejak tahun tersebut, produksi kapas dibatasi sebagai keputusan pemerintah. Akan tetapi, rata-rata sekitar 25.000.000 hektar tanah tanaman kapas telah tumbuh di Amerika Serikat selama 15 tahun terakhir, hampir sepertiga dari yang ada di Texas. Amerika Serikat, India, Mesir, dan Brasil menjadi negara pengeksport utama, sedangkan Inggris, Jepang, dan Jerman merupakan negara pengimpor kapas.

Karakteristik Kapas
Kapas didapatkan dari beberapa jenis dari marga Gossypium. Tanaman kapas umumnya dikembangbiakkan dari biji. Pada waktu berkecambah calon akar tunggang tumbuh lebih dahulu masuk ke dalam tanah, diikuti oleh keping biji. Kapas mempunyai akar tunggang yang panjang dan dalam, tergantung pada umur, besarnya tanaman. aerasi, dan stuktur tanah. Akar tunggang sering lebih panjang daripada tanamannya sendiri. Dari akar tunggang akan tumbuh akar-akar cabang. Akar cabang akan bercabang-cabang lagi, dan membentuk akar-akar rambut. Kadang-kadang membentuk lapisan akar dan sering akar-akar tersebut menembus permukaan tanah. Batang umumnya berbulu dan ada pula yang tidak, serta ada yang ujignya berbulu, pangkalnya tidak berbulu Di dalam kotak buah berisi serat dan biji secara teratur. Tiap ruang buah terdapat dua baris biji dan rata-rata setiap ruang biji terdiri dari 9 biji. Bentuk biji bulat telur, berwama cokelat kehitaman, panjangnya antara 6-12 mm, dengan berat 100 biji sekitar 6-17 gram. Kulit luar biji ada yang berserat dan ada yang tidak. Serat melapisi kulit biji sangat pendek, ada yang tebal dan halus, atau tebal dan kasar, tipis serta halus. Serat melekat erat pada biji, berwama putih atau krem ada pula yang berwama keabu-abuan. Serat disebut "fuzz" (kabu-kabu).
Biji kapas tidak hanya dilapisi kabu-kabu, tetapi di luarnya terdapat lapisan serabut yang disebut serat kapas (kapas). Kulit biji menebal membentuk lapisan serat berderet pada kulit bagian dalam. Pemanjangan serat berlangsung sekitar 13-15 hari. Pada waktu buah masak kulit buah retak dan kapasnya/seratnya menjadi kering dan siap dipungut. Bagian serat terpanjang terdapat pada puncak biji. Berat serat kapas sekitar 1/3 berat kapas berbiji. Panjang serat bervariasi tergantung pada jenis dan varietas kapas. Panjang serat yang dikembangkan di Indonesia sekitar 26-29 mm (Ditjenbun. 1977).
Tanaman kapas dapat digolongkan menjadi 3 golongan berdasarkan umur, yaitu kapas dalam (umur sekitar 170-180 hari), kapas tengahan/medium (umur sekitar 140-150 hari), dan kapas genjah (<130 hari). Kapas yang ditanam di Indonesia umumnya termasuk kapas berumur medium/tengahan. Untuk kapas berumur tengahan kapas dipanen antara 140-150 hari, sedangkan kapas berumur genjah sekitar 130 hari. Umur panen kapas dipengaruhi pula pembahan iklim, makin kering panenan makin cepat. Dari pengamatan di lapang, kapas tengahan dalam keadaan udara yang sangat kering bisa lebih cepat (130-
140 hari selesai dipanen).

Jenis Kapas
Terdapat 100 varietas kapas yang telah dibudidayakan. Varietas ini memiliki serat yang berbeda sifatnya serta morfologi dan kulturalnya. Kapas merupakan kelompok yang sulit diklasifikasikan dan hanya sedikit penulis setuju jumlah pasti jenisnya. Kapas yang dibudidayakan untuk kepentingan ekonomi biasanya mengacu ke satu dari empat jenis, yaitu Gossypium barbadense dan G. hirsutum yang merupakan jenis dari Dunia Baru, dan G. arboreum dan G. herbaceum, asli dari Dunia Lama.
1.      Gossypium barbadense
 
Jenis ini mungkin berasal dari Amerika Selatan. Tanaman ini memiliki bunga berwarna kuning terang dengan berbintik ungu. Buah atau biji buah kapas memiliki tiga katup dan bijinya memiliki rambut halus pada bagian ujung. Terdapat dua tipe kapas, yaitu:
1.      Kapas Sea-Island
Kapas ini tidak pernah ditemukan hidup liar dan telah ditanam di Columbus. Tanaman ini bagus, kuat, dan memiliki serat berwarna krem terang. Kapas sea-island dibawa ke Amerika Serikat dari Hindia Barat pada tahun 1785. Hasil maksimum kapas ini hanya 110.000 bungkus, namun ini terkompensasi oleh nilai yang lebih besar dari seratnya.
2.      Kapas Mesir
Kapas ini tumbuh pada daerah sepanjang sungaii Nil di Mesir yang diperkenalkan dari Amerika Tengah. Tanaman ini mirip dengan kapas sea-island dan mungkin hasil persilangan. Stapel berwarna coklat dan lebih pendek, panjangnya berkisar antara 13/3 sampai 1 ¾. Kapas Mesir dibawa ke Amerika Serikat pada tahun 1902 sebagai tanaman percobaan dan 10 tahun kemudian dirokemendasikan ke petani pada wilayah semi kering yang teririgasi.
2. Gossypium hirsutum
 
Jenis ini berasal dari Merika yang tumbuh pada masa peradaban pra-Columbus. Tanaman ini paling mudah untuk tumbuh. Bunga berwarna putih atau kuning terang dan tidak memiliki bintik. Biji kapas terdiri dari empat atau lima katup dan bijinya memiliki rambut halus. Tanaman ini tumbuh subur dengan berbagai kondisi, namun lebih memilih tanah yang berpasir dengan kelembapan yang cukup selama pertumbuhan dan pada musim buah, keadaan kering selama buah terbuka dan panen dengan suhu antara 60o sampai 90 o F. Serat kapas ini berwarna putih dengan stapel antara 5/8 sampai 1 3/8 inci. Terdapat 1200 nama varietas yang merupakan hasil perseilangan.
 3. Gossypium arboreum
Jenis ini merupakan tanaman perennial dari India, Arabia, dan Afrika yang kemungkinan yang pertama dikomersialkan. Seperti kapas yanng berasal dari Asia, stapelnya kasar dan sangat pendek, hanya 3/8 sampai ¾ inci namun kuat.

4. Gossypium herbaceum

 
Tanaman ini tidak ditemukan di Amerika, namun merupakan tanaman kapas utama di Asia. Kapas ini tumbuh di India dari waktu jaman dahulu dan juga dibudidayakan secara luas untuk konsumsi rumah di Iran, Cina, Jepang, dan di tempat lain. Kapas ini biasanya digunakan untuk serat yang rendah kualitasnya, karpet, dan selimut dan biasanya sangat cocok  untuk dicampur dengan wool.

Industri Kapas
Dalam waktu yang lama, kapas merupakan produk yang sangat mahal dan sangat sulit dipisahkang dengan bijinya. Penemuan mesin pemisah biji kapas oleh Eli Whitney pada 1793 memperbaiki keadaan ini dan bertanggung jawab untuk merevolusi industri yang secara cepat diasumsikan sebagai proporsi penting pertama di Amerika dan Inggris.


Penggunaan Kapas
Kegunaan utama dari kapas, baik sendiri atau kombinasi dengan serat lainnya dalam pembuatan tekstil dari semua jenis, terlalu banyak untuk disebutkan. Sekarang, apapun bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan. Tangkai tanaman ini yang mengandung serat dapat digunakan sebagai bahan pembuatan kertas atau sebagai bahan bakar, dan akar dapat digunakan sebagai obat. Biji merupakan bagian yang paling penting dan setiap bagian digunakan. Bulu-bulu pendek yang masih melekat pada biji-biji kapas tersebut disebut linter digunakan sebagai gumpalan, isian untuk bantalan, kasur, dan lain-lain. Kulit kapas digunakan sebagai pakan ternak, sebagai pupuk, sumber xylose, gula yang bisa diubah ke bentuk alkohol, atau sebagai peledak dan pelarut industri, dan lain-lain. Biji kapas dapat digunakan sebagai salah satu minyak lemak yang penting, minyak biji kapas, dan minyak kue dan makan yang digunakan untuk pupuk, pakan ternak, dan zat warna.
 
Serat lunak atau serat kulit pohon

Flax (Linen)
Flax adalah serat yang diambil dari batang Linum usitatissimun. Benang dan kain yang dibuat dari serat flax lebih dikenal dengan nama linen. Pakaian dari linen sudah dibuat setidaknya 6.000 tahun yang lalu di Mesir Kuno dan Mesopotamia. Hal ini menjadikan linen sebagai salah satu serat dan pakaian tertua yang digunakan oleh manusia, di samping wol dan rami. Linen dan rami merupakan tanaman serat penting di Eropa selama beberapa waktu. Di Mesir Kuno, linen populer sebagai bahan pembalut mumi.
Tanaman ini merupakan herba tahunan dengan bunga berwarna biru atau putih dan daun yang kecil, tumbuh dengan tinggi dari 1 hingga 4 kaki. Serat terbentuk pada perisikel dan terdiri dari untai berserabut yang keras dengan panjang 1 sampai 3 kaki yang beragregat dari sel yang panjang runcing dengan dinding sel selulosa yang tebal.
Untuk memperoleh serat yang baik umumnya penuaian dilakukan pada saat tanaman telah tumbuh buah, bagian bawah batang berubah menjadi kuning dan daun-daun bagian bawah telah gugur. Proses pengolahan dimulai dengan mencabut dan memotong batang flax dan memisahkan biji dengan sisir. Batang selanjutnya dibusukkan dengan air panas 40oC selama tiga atau empat hari, untuk memisahkan seratnya. Setelah pembusukan, batang dikeringkan dalam mesin kemudian serat dilepas dengan cara memisahkan kulit batang dari kayunya.
Serat flax kering terdiri dari 75 % selulose, 15 % hemi selulose dan selebihnya pektin, lignin, malam dan zat-zat yang larut dalam air. Terdapatnya hemi selulose mempengaruhi ketahanan terhadap asam dan basa. Serat ini digunakan sebagai kain linen dan benang, kanvas, karpet, benang ikat yang kuat, kertas rokok, dan kertas tulis.

Henep
Henep adalah serat yang diperoleh dari batang tanaman Cannabis sativa. Tanaman henep adalah tanaman tahunan, mempunyai batang yang kecil dan tinggi. Tanaman ini berasal dari Asia Pusat dan Barat. Tanaman ini memiliki tinggi 5 sampai 15 kaki. Serat henep bentuk penampang membujurnya menyerupai silinder dengan ujung sel yang tumpul dan kadang-kadang bercabang. Lumen di bagian ujung serat menyempit.
Serat henep dipisahkan dengan cara mencabut dan memotong batang tanaman, mengeringkan batang dan memisahkan biji, membusukkan batang, melepaskan serat dari batang, menyisir serat, dan memintal serat. Serat henep kering mengandung 75 % selulose, 17 % hemi selulose dan sisanya terdiri dari pektin, lignin, lilin, dan zat-zat yang larut dalam air (Soeprijono et al., 1973).. Seratnya berwarna putih yang berasal dari perisikel.

Rami
Rami adalah serat yang diperoleh dari batang tanaman Boehmeria nivea. Tanaman rami merupakan tanaman berumur panjang dengan batang yang tinggi, kecil dan lurus. Bentuk penampang membujurnya memanjang seperti silinder dengan permukaan bergaris-garis dan berkerut-kerut membentuk benjolan-benjolan kecil.Rami mulai dapat dituai dengan hasil optimum apabila batang bagian bawah berwarna kekuning-kuningan atau coklat muda, daun bagian bawah mulai menjadi kuning, dan ujung tanaman baru mulai tumbuh. Kulit batang dipecah dengan cara dipukul-pukul batangnya, kemudian serat dipisahkan dengan cara dikerok. Untuk menghilangkan getah, lilin dan pektin serat rami direndam dalam larutan soda kaustik panas.
Serat rami mentah kering tersusun kira-kira oleh 75 % selulose, 16 % hemi selulose, dan selebihnya terdiri dari pektin, lignin, zat-zat yang larut dalam air, dan lemak. Dengan proses pemisahan kadar selulose menjadi 96 - 98 %.

Jute
Jute adalah serat yang didapat dari kulit batang tanaman Corchorus capsularis dan Corchorus olitorius. Hasil terbaik berasal dari jenis C. capsularis. Tanaman ini tinggi, ramping, setengah semak tahunan dengan bunga kuning. Panen dilakukan tiga hingga empat bulan setelah penanaman ketika bung masih bermekaran.
Tanaman jute yang ditanam untuk diambil seratnya mempunyai batang kecil, tinggi, dan lurus. Tinggi pohon jute antara 1,5 – 4,8 m; diameter batang 1,25 – 2 cm (Soeprijono et al., 1973). Jute dikenal sebagai bahan serat alami yang kuat, tahan air yang digunakan untuk pembuatan dari karung sampai bahan pakaian dan furniture.

Sunn Hemp (Crotalaria juncea)
Tanaman ini merupakan legum semak tahunan dengan tinggi dari 6 sampai 12 ft., bunga berwarna kuning terang. Tanaman ini biasanya hidup di India dengan lebih dari 500.000 hektar ditumbuhi setiap musim penghujan terutama di daerah sekitar Madras. Hasil serat tanaman ini lebih kuat dibandingkan jute, lebih terang warnanya, dan lebih awet. Serat tanaman ini digunakan sebagai tali-temali, oakum, karung, jaring, dan kanvas kasar.

Serat halus lainnya
Hampir semua anggota suku Malvaceae memiliki hasil serat yang bisa digunakan untuk kepentingan tekstil, seperti:
a.       China jute atau Indian Mallow (Abutilon theophrasti)
Tanaman ini memiliki hasil serat yang kuat, kasar, berwarna putih keabu-abuan, dan berkilauan dengan sifat umum dan kegunaan yang sama dengan jute. Secara ekstensif tumbuh di Cina dan telah diperkenalkan ke Amerika dimana tanaman ini tumbuh dengan subur. Serat ini biasa digunakan dalam pembuatan permadani dan juga pembuatan kertas.
b.      Kenaf (Hibiscus cannabinus)
Kenaf telah dieksploitasi secara komersial di India, Jawa, Iran, Nigeria, Natal, dan Mesir. Tanaman ini beradaptasi dengan jarak iklim dan kondisi tanah yang luas. Seratnya memiliki panjang 5 sampai 10 kaki, Biji Kenaf menghasilkan lebih dari 20 persen minyak yang dapat dimakan setelah dibersihkan.
c.       Roselle atau Rama (Hibiscus sabdariffa)
Jenis ini ditanam di India, Asia Tenggara, dan pulau-pulau bagian barat daya Pasifik sebagai pengganti jute dan juga untuk buahnya yang bisa dimakan. Seratnya yang berwarna coklat muda, halus, seperti sutra, dan berkilau. Tanaman ini cepat tumbuh dan dapat dipanen setelah 90 hari penanaman.
d.      Aramina atau Cadillo (Urena lobata)
Jenis merupakan gulma pada negara tropis. Seratnya berwarna putih kekuningan, lebih awt dibandingkan jute, dan digunakan sebagai pengganti dalam banyak industri. Tanaman ini tumbuh komersial di Kuba, Madagaskar, Belgian Congo, Nigeria, dan Brasil yang digunakan sebagai bahan pembuatan kantung kopi.
            Jenis dari Malvaceae yang menghasilkan serat namun memiliki nilai ekonomi yang kecil, seperti okra (Hibiscus esculentus), majagua (H. tiliaceus), dan beberapa jenis dari Sida. S. acuta sekarang dibudidayakan cukup luas di Meksiko sebagai pengganti jute. Orang Amerika, Indian menggunakan serat kulit pohon dari banyak tanaman sebagai tali busur, jaring, dan kegunaan serupa. Colorado River hemp (Sebania exaltata) secara luas digunakan oleh suku barat sedangkan Indian hemp (Apocynum connabinum) dan milkweed (Asclepias syriacca) menghasilkan serat yang sangat penting intuk orang timur India.

Keras atau struktur serat

Abaca atau Manila Hemp
Serat ini berbahan dasar dedaunan dan tangkai daun pohon Pisang. Nama asli untuk manila adalah Abaca, namun lebih dikenal dengan nama manila. Serat manila awalnya berasal dari Manila (ibu kota Philipina). Manila terdiri dari bundel panjang atau gabungan serat yang disatukan dengan karet atau lapisan pohon yang mengandung lignin. Sama halnya dengan serat-serat yang lain, manila juga temasuk ke dalam serat teknis. Penomoran manila bervariasi muai dari 15 – 30 tes dengan diameter 0.13 – 0,22 mm.
Abaka adalah komoditas penghasil serat nabati yang cukup penting. Itulah sebabnya tahun 1925, pemerintah Kolonial Belanda pernah mengembangkan abaka secara besar-besaran di Sumatera Utara. Tahun 1930, pemerintah Inggris juga menanam komoditas ini di Sabah dan Serawak, Kalimantan Utara. Pada tahun-tahun itu, Departemen Pertanian AS (USDA), juga menyeponsori usaha pengembangan abaka di Amerika Tengah. Di Filipina sendiri, abaka sudah dikebunkan secara komersial sejak tahun 1800an.
Sosok tanaman abaka, sama dengan pisang biasa. Yang membedakannya adalah, abaka lebih ramping. Tingginya bisa sampai enam meter. Ciri khas abaka adalah batang, dan pelepahnya berwarna kecokelatan. Abaka juga tidak menghasilkan pisang, sebab buahnya tidak pernah tumbuh sempurna. Seperti halnya pisang lainnya, abaka tumbuh merumpun dengan satu induk dan beberapa anakan tanaman. Anakan inilah yang digunakan sebagai benih dalam budidaya abaka. Abaka ditanam dengan jarak rapat, agar pertumbuhannya meninggi. Dengan tumbuh meninggi, akan diperoleh batang yang cukup panjang, hingga serat yang dihasilkan juga panjang. Umur abaka sejak tanam sampai panen antara 18 sd. 24 bulan (1,5 – 2 tahun). Panen bisa dilakukan terus-menerus selang 3 sampai 8 bulan, selama sekitar 20 tahun. Abaka dipanen dengan menebang batangnya. Pada pisang buah, penebangan dilakukan di bagian tengah batang. Dalam memanen abaka, penebangan dilakukan pada bagian pangkal batang.
Serat abaka diambil terutama dari bagian batang. Batang pisang, sebenarnya merupakan batang semu, yang terdiri dari lembaran pelepah daun yang menyatu. Batang aslinya pisang beruba bonggol yang berada dalam tanah. Lembaran-lembaran pelepah daun inilah yang selanjutnya akan diproses untuk diambil seratya. Dalam satu batang abaka berdimeter 30 – 40 cm, bisa diperoleh antara 12 sd. 25 lembar pelepah daun. Selain terdiri dari serat selulosa, pelepah abaka juga  mengandung lignin, dan pektin. Setelah lignin dan pektin, dihilangkan, serat abaka disebut sebagai manila, atau manila hemp.
Kelebihan manila hemp adalah awet, lentur, dan tahan salinitas. Itulah sebabnya serat abaka populer sebagai tali kapal, serta jaring nelayan. Nilon memang lebih tahan terhadap air laut, tetapi kelemahannya tidak tahan panas, dan mudah kusut. Selain untuk tali, manila hemp juga polpuler sebagai bahan kertas (manila papers), termasuk untuk amplop manila, dan juga sebagai bahan kain. Serat manila hemp bisa dipintal tunggal, bisa dicampur kapas, rami, hemp, rayon, dan polyester. Kain dari bahan manila hemp juga sangat kuat, meskipun kualitasnya tidak sebaik rami (Foragri, 2012).
 
Serat Agave
Agave merupakan jenis tanaman berbatang pendek dengan daun berdaging yang tumbuh tegak ke atas. Daunnya mengandung serat, dan serat inilah yang telah meningkatkan pendapatan negara Amerika hingga $35,000,000. Agave menduduki peringkat setelah kapas sebagai tanaman komersial penghasil serat terpenting di Amerika. Beberapa jenis dari genus ini yang memiliki nilai komersial sebagai penghasil serat, diantaranya:
a.       Mexico Sisal (Agave fourcroydes)
Tanaman asli Meksiko ini telah lama digunakan oleh Suku Aztec, yang seiring perkembangannya kini banyak ditumbuhkan di Kuba dan Yukatan. Jenis ini memiliki daun yang berduri. Seratnya yang berwarna pirang terang didapatkan dari jaringan daun. Sifat seratnya yang kasar, berdiameter kecil, kuat, dan elastis banyak digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat tali ternak (lariat), tali pengikat, dan jenis tali lainnnya, namun serat ini tidak cocok untuk digunakan tali kapal ataupun tali kesekan, karena sifatnya yang mudah terputus.
b.      Sisal (Agave sisalana)
Perawakan Sisal mirip dengan Mexico Sisal, namun daunnya tidak memiliki duri. Jenis ini merupakan tanaman asli Meksiko dan Amerika tengah, dan kini banyak ditumbuhkan di Hawai, Hindia barat dan timur, dan beberapa daerah di Afrika. Tanaman ini mampu hidup ditempat kering, meskipun banyak jenis tanaman lainnya yang mati di tempat tersebut. Seratnya bersifat kasar, kaku, berwarna kuning terang hingga putih.
c.       Istle, terdiri dari jaumave istle (Agave funkiana), tula istle (A.lecheguilla), dan palma istle (Samuela carnerosuna).
Merupakan tiga jenis serat yang memiliki nilai penting dan telah banyak diekspor. Seratnya didapatkan dari daun muda, lebih pendek dari serat Sisal dan serat Mexico sisal, namun serat yang dihasilkan lebih kuat dan tahan lama. Sifat seratnya yang kaku dan kasar, umumnya digunakan dalam memproduksi sikat-sikatan, dan sebagai pengganti dari serat Sisal dalam pembuatan karung, dan tali. Bahkan diketahui, karung biji yang terbuat dari serat istle mampu bertahan hingga 10 tahun lamanya.
d.      Maguey (Agave cantala)
Jenis ini merupakan tanaman yang pertama kali dikenalkan ke India dan Asia Tenggara. Nilai komersial serat Maguey lebih rendah dari serat sisal. Tanaman ini cenderung dimanfaatkan untuk dibuat minuman (jus) khas Meksiko, pulque (sejenis susu) dan mescal.

Mauritius Hemp (Rami Mauritius)
Mauritius rami didapatkan dari daun Aloe Hijau (Furcraea gigantea). Jenis ini merupakan tumbuhan tropik asli Amerika, tetapi kini distribusinya hampir diseluruh daerah tropis. Nama Mauritius, atau dikenal dengan nama piteira diberikan karena jenis ini banyak ditumbuhkan secara komersial di daerah Mauritius, Madagaskar, St. Helena, India, Brazil, Venezueladan Afrika Selatan.
F. gigantea memiliki habitus seperti Agave umumnya, namun berukuran lebih besar, dengan lingkar mencapai 20-40kaki. Serat yang dihasilkan memiliki panjang 4-7kaki, berwarna putih, lembut, sangat fleksibel dan elastis. Sebagai bahan dasar, serat ini bisa digunakan sebagai campuran atau tidak dicampur serat lain, untuk produksi kantong/karung, tempat tidur gantung, tali kasar, dan tali berukuran kecil lainnya.

New Zealand Hemp (Rami New Zealand)
Serat dari Rami New Zealand didapatkan dari daun Phormium tenaz, dan merupakan jenis tanaman asli New Zealand. Pada mulanya, tanaman ini diperkenalkan sebagai Tanaman hias di Amerika Serikat. Kini California telah mengembangkan jenis ini sebagai penghasil serat, namun serat yang dihasilkan sangat tergantung musim, sehingga sulit dikembangkan secara luas. Serat jenis ini sangat panjang (3-7 kaki) dan memiliki aroma kuat. Jika dibandingkan dengan serat Abaca, serat Rami New Zealand lebih lembut dan lebih fleksibel. Serat ini umumnya digunakan sebagai tali penyeret, tali pengikat, jenis tali lainnya, tikar (anyaman jerami), dan bahan untuk pakaian.
Bowstring Hemp (Rami Bowstring)
Merupakan jenis serat yang dihasilkan dari genus Sanseviera yang banyak digunakan untuk pembuatan jenis tali-temali. Sifat seratnya kuat, elastis dan berwarna putih. Beberapa jenis penting diantaranya S. Thyrsiflora (Afrika, Jamaica Amerika Tengah), S. Rozburghiana (India), dan S. Zeylanica (Ceylon dan daerah tropis).
Coir (Sabut kelapa)
Sabut (coir) merupakan jenis serat yang pendek, kasar, dan kesat yang terbentuk pada sebagian besar kulit ari (sekam) buah kelapa (Cocos nucifera). Untuk mendapatkan serat ini, dengan cara merendam buah kelapa muda pada air asin selama beberapa bulan. Kemudian dipukul-pukul untuk memisahkan serat. Serat yang terkelupas dicuci dan dikeringkan. Pemanfaatan sabut kelapa berbeda-beda disetiap tempat, diantaranya digunakan sebagai bulu sikat, keset kaki, penutup lantai, karung goni, bahan pelapis, dan pengganti oakum. Ceylon menjadi pusat produk komersial dari bahan sabut kelapa. Di Puerto rico, sabut kelapa digunakan media hortikultura sebagai pengganti peat.
Serat Nanas
Daun Nanas (Ananas comosus) menghasilkan serat yang kuat dan berkualitas baik. Serat yang dihasilkan sangat fleksibel dan tahan lama, berwarna putih terang, dan anti air. Serat yang bagus diambil dari daun nanas yang tua yang belum mencapai pertumbuhan maksimum, umumnya yang berusia dua tahun.
Pita floja
Tanaman Pita Floja (Aechmea magdalenae) merupakan jenis seperti nanas yang tumbuh di tanah aluvial kering pada dataran rendah Selatan Meksiko-Ekuador. Daunnya yang panjang menghasilkan serat unggul yang dikenal dengan sebutan Pita Floja atau Pita. Seratnya memiliki panjang 5-8kaki, berwarna putih atau krem terang, berkilau, sangat lembut, dan elastis serta sangat kuat. Sifatnya serat yang tahan akan air asin, sehingga banyak digunakan dalam pembuatan tali pancing, jaring, dan sebagainya. Pita floja menjadi salah satu serat yang banyak diperdagangkan, karena karakteristik seratnya yang khas dan kelimpahan jenis tanaman ini yang banyak dan cepat tumbuh.

Serat Sikat (Brush Fiber)

Piassava
Beberapa jenis tanaman palem yang tumbuh di daerah tropis Amerika dan Afrika sebagai penghasil serat sikat memiliki nama komersial Piassava, Piassaba atau Bass. Tanaman ini memiliki batang daun atau pelepah daun yang mengandung serat berwarna hitam atau coklat, kasar, dan kaku. Serat ini digunakan dalam pembuatan sikat jalanan. Jenis serat ini diantaranya,
-         West African Piassava dari tanaman Wine Palm (Raphia vinifera),
-         Brazilian piassava dari tanaman (Attalea funifera),
-         Para piassava dari tanaman Leopoldinia piassaba : sapu, sikat, tali, topi, keranjang
-         Serat Palmyra, dari tanaman Palmyra Palm (Borassus flabellifer) : spesies yang paling banyak digunakan pada semua bagian dari tanaman.
-         Serat Kittul, dari tanaman Toddy Palm (Caryota urens)
-         Serat Palmetto, dari tanaman Cabbage Palm (Sabal palmetto)






Broomcorn
            Broomcorn merupakan variasi dari Sorghum (Shorgum vulgare var. technicum). Jenis ini berbeda dari Sorghum lainnya, dimana memiliki panikel dengan batang lurus dan panjang. Tanaman ini menghasilkan serat sikat yang kuat dan digunakan sebagai sapu karpet. Di Amerika Serikat, Broomcorn dikembangkan di daerah dekat lembah Mississippi. Pemanenan dilakukan sebelum masa berbunga berakhir, dengan memotong tangkai beberapa inci, kemudian dipilih, dimasukkan dalam mesin pengirik dan dikeringkan.
Broomroot
            Broomroot atau zacaton (Muhlenbergia macroura) digunakan dalam pembuatan sikat yang lebih ekonomis. Jenis tanaman ini termasuk rerumputan yang tumbuh di daerah Texas hingga Amerika Tengah.

Serat Pilinan dan Serat Kesat

Serat Topi
Masyarakat wilayah Asia Timur dan Eropa menanam gandum, beras, gandum barley, dan gandum rye sebagai bahan untuk pembuatan jalinan anyaman topi. Jarak tanam yang berdekatan menyebabkan tanaman tersebut menghasilkan daun yang sedikit dan dipanen sebelum matang. Batang di potong-potong dengan beragam ukuran sebelum dianyam.
Topi Panama terbuat dari daun toquilla (Carludovica palmata), tumbuhan berbatang pendek, seperti palem yang tumbuh liar di lembah hutan dari selatan Meksiko hingga Peru. Serat daun diambil dari pucuk daun muda toquilla yang masih berlipat, dan kemudian direndam air panas. Urat kasar di buang, serat dipisahkan, lalu dipotong memanjang menjadi seperti garis lurus, dikeringkan dan terjadi bleaching (pemutihan). Kemudian serat dianyam untai silindris, yang dikenal dengan sebutan jipijapa. Pembuatan ini dilakukan dengan tangan. Untuk menghasilkan satu topi memerlukan 6 daun. Topi Panama yang terbaik dapat dilihat dari keseragaman, kehalusan, dan keindahan teksturnya, kekuatannya, tahan lama, serta tahan air. Industri topi ini terpusat di Ekuador dimana produksi pertahunnya menghasilkan lebih dari 4juta topi, dengan sekitar 1,5 juta dieksport pertahunnya.



Keset atau alas kaki (mat)
Produksi komersial alas kaki banyak dibuat di negara timur. Tanaman penghasil serat untuk alas kaki yang banyak digunakan adalah Chinese mat grass (Cyperus tegetiformis) dan Japanese mat rush (Juncus effesus). Amerika Serikat telah mengimpor dua jenis serat ini senilai jutaan dolar pertahun. Alas kaki dapat dibuat dari penggunaan bahan ini saja atau pun kombinasi serat dengan kapas (cotton) atau rami. Salah satu Sumber alam serat keset yang terkenal yaitu daun Screw Pine (Pandanus tectorius), biasanya digunakan dalam pembuatan karung gula, tali-temali, topi dan atap jerami.
Keranjang
            Keranjang dihasilkan dari serat atau serabut dari semak-semakan, jerami gandum, osier, dan oak abu atau putih. Beberapa jenis tanaman yang umumnya menghasilkan serat untuk pembuatan keranjang adalah Hierochloe odorata, Raffia pedunculata, Rotan/bambu.
Batang rotan (Calamus sp) yang panjang, sangat kuat, fleksibel dan dapat dibentuk dalam berbagai variasi, menambal nilai komersial dari tanaman ini. Bambu digunakan dalam produksi keranjang, tempat tidur bayi, kursi, meja, tongkat dan berbagai furnitur.
Bambu merupakan jenis tanaman tropis, dan banyak ditemukan di Asie Timur. Tanaman ini merupakan rumput terbesar dengan banyak atau sedikit batang berkayu dengan diameter 1-100 kaki. Jenis bambu sangat bervariasi, diantaranya Arundinaria, Bambusa, Dendrocalamus, Gigantochloa, Phyllostachy, dan beberapa jenis lainnya. Semua bagian dari tanaman bambu dapat dimanfaatkan sebagai bahan furnitur, alat pancing dan lainnya.

Serat Pengisi (Filling Fiber)
Kapuk
            Kapuk dihasilkan dari buah polong (pod) pohon Kapuk (Ceiba pentadra). Tanaman ini merupakan tanaman asli Amerika, namun kini banyak ditemukan di Asia dan Afrika. Tanaman ini tumbuh cepat hingga mencapai tinggi 50-100 kaki, dengan menghasilkan 600 pod serat katun jika sudah dewasa. Pod terdapat pada ranting dan dapat mudah dibuka dengan tangan. Serat kapuk diambil dan benih dipisahkan. Serat kapuk berwarna keputihan, kekuningan atau kecoklatan. Seratnya seperti benang rambut halus, elastis, ringan dan sangat cocok digunakan untuk mengisi bantal dan kasur. Jenis serati ini juga tahan air. Sifatnnya yang miliki daya konduksi suhu rendah dan kemampuan menahan suara (kedap), maka serat kapuk banyak digunakan pula dalam menyekat kulkas, membuat ruang kedap suara. Biji kapuk juga mengandung 45% minyak yang dapat diekstrak untuk pembuatan sabun atau bahan makanan.
Pengganti kapuk
-         Simal / red silk cotton (Salmalia malabarica) atau Kapuk Amerika.
-         White silk cotton (Cochlospermum religiosum) : sumber getah Kadaya
-         Pochotes (Ceiba aesculifolia, C. acuminata,dan jenis lain)
-         Madar (Calotropis gigantea)

Serat lainnya
Luffa cylindrica
            Merupakan jenis tanaman sponge mirip ketimun. Buahnya mengandung jaringan serat yang kaku. Kerangka buah dikeringkan dan dibersihkan, kemudian dapat diolah untuk pembuatan topi, spon cuci piring, penyaring minya dan penggosok




Daftar Pustaka

Foragri. 2012. Peluang Agroindustri Serat Abaka.  http://foragri.wordpress.com/2012/02/13/peluang-agroindustri-serat-abaka/ diakses pada tanggal 29 Febuari 2012 pukul 21:48 WIB.


Prasetyo, Andhika P. 2009. Kekuatan Putus (Breaking Strength) Benang  dan  Jaring  PA Multifilamen  pada  Penyimpanan  di Ruang  Terbuka  dan Tertutup. Skripsi. Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK-IPB.


Soeprijono, P., . 1973. Serat-serat Tekstil. Bandung: Institut Teknologi Tekstil.


Syahbana, A.K. dan A. Dimyati. 2011. Modul Teknik Pemeriksaan Barang Tekstil. Jakarta: Kementerian Keuangan RI Pusdiklat Bea dan Cukai


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar