Jumat, 20 April 2012

Disini aku, tanpa teman yang tertawa lagi. 
Tanpa mereka yang seolah-olah peduli. 
Tanpa semua topeng kemunafikan itu.
Disini aku sendiri dan terdiam, bodoh! Bodoh kau.
Tak terasa air mataku turun dan mataku terasa panas. Bodoh kau.
Aku ingin teriak dan memaki. Tapi tidak bisa.
Aku ingin sembunyi di tempat yang tak ada seorang pun bertanya, mendikte atau berbohong kepadaku.
Aku muak dengan ini semua, semua berbohong kepadaku.
Aku benci dengan mu, kaulah penyebab ini semua. Kau yang harus bertanggung jawab.
Kembali. Tolonglah kembali.
Betapa lemahnya diri ini karna semua kemunafikanmu. Aku sulit bernafas, dadaku sesak.
Aku kehilangan arah, aku kehilangan waktu. Aku kehilangan semuanya.
Mereka tidak mengerti dan selalu tidak mengerti.
Mereka tertawa. Mereka tertawa.
Aku menangis. Aku menangis.

Hidup pilihan? Tapi sekarang aku tidak ingin memilih.
Aku ingin diam, aku ingin semua berhenti.
Tidak apa, walaupun semua terus berputar, tapi kali ini. Tolong, izinkan aku untuk menghilang sebentar. Atau kalau boleh selamanya.
Seandainya perasaanku membaik, aku berjanji, aku akan kembali.
Kembali melihat topeng kalian.
Kembali melihat tawa kalian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar