Jumat, 13 April 2012

Saksi Bisu

Saksi dan bisu, dua kata yang saling melengkapi.
Dia telah menjadi saksi dan juga menjadi bisu.
Namun saksi tidak selalu harus bisu.
Tapi kenapa dia tetap saja diam membisu.
Tak berkata.
Meski dia telah melihat semuanya.
Meski dia tahu segalanya.
Meski aku telah meluapkan semuanya.
Meski aku mengadu kepadanya.
Meskii aku bersandar kepadanya.
Dia tetap bisu.
Bibirnya diam tak bergerak.
Karena memang dia tidak memilikinya.
Dia hanya benda mati.
Benda mati yang menjadi saksi.
Benda mati yang tidak bisa aku ketahui isinya.
Karena dia benda mati yang menjadi saksi bisu.



Aku dedikasikan kepada kamarku yang menjadi saksi bisu hidupku...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar