Minggu, 20 Mei 2012

Tubuh Perlu untuk Tidur


Sebenarnya apa sih itu tidur dan untuk apa sih kita tidur? Tidur adalah sebuah kegiatan rutin yang dilakukan oleh manusia. Tanda-tanda kehidupan seperti kesadaran, impuls, dan frekuensi pernapasan mengalami perubahan. Dalam tidur normal biasanya fungsi saraf motorik juga saraf sensorik untuk kegiatan yang memerlukan koordinasi dengan sistem saraf pusat akan diblokade, sehingga pada saat tidur cenderung tidak bergerak dan daya tanggap pun berkurang. Menurut penelitian yang telah dilakukan terdapat gen yang berfungsi untuk mengontrol tidur, yaitu gen insomniac. Kegiatan tidur ternyata tidak berhubungan dengan istilah yang kita kenal sebagai jam biologis (cicardian clock), namun gen tersebut bekerja melalui mekanisme homeostasis. Sehingga gen tersebut bekerja karena kebutuhan tubuh kita (homeostasis adalah sistem yang menjaga tubuh tetap stabil, dlm keseimbangan kebutuhan). Akan tetapi tidur juga terjadi karena kebiasaan dan pola hidup.
Tidur ternyata telah menghabiskan 1/3 dari usia kita. Kalau dipikir, sayang banget waktu 1/3 itu habis hanya untuk kegiatan tersebut. Padahal waktu tersebut mungkin bisa digunakan untuk kegiatan lainnya yang lebih produktif. Sebenarnya pikiran tersebut biasaanya dilontarkan untuk orang yang memang beranggapan dan mengatakan mereka butuh waktu lebih dari 24 jam karena waktu tersebut masih kurang banyak. Saya beranggapan pasti ada hikmahnya kenapa sehari itu 24 jam.
Wah, ternyata pikiran tersebut salah kalau ada orang yang sampai mengurangi jatah tidurnya hanya menjadi 5 jam atau kurang. Yah walaupun saya juga terkadang melakukannya karena harus begadang mengerjakan tugas yang deadlinenya didepan mata. Namun sebenarnya tidur itu merupakan hal yang sangat penting. Yah kalau saya sih beranggapan kalau tidur itu juga kegiatan produktif, meskipun kata produktif berarti harus menghasilkan sebuah produk. Tapi jangan salah, tidur kita ini diam-diam juga menghasilkan suatu produk lho walau produk tersebut tidak terlihat dengan kasat mata tentunya.
Ketika dalam kondisi tidur, hormon pertumbuhan lebih banyak dikeluarkan ketika dalam kondisi tidur (ayo yang masih dalam proses pertumbuhan jangan suka begadang). Kegiatan ini juga diketahui berfungsi untuk mengoptimalkan tubuh kembali akibat kelelahan selama beraktivitas. Ketika kita tidur ternyata terjadi proses pergantian sel-sel yang mati dengan yang baru (regenerasi sel). Tidur juga diketahui merupakan mekanisme recharging otak dan penyimpanan memori jangka panjang. Selain itu sistem kardiovaskular juga mendapatkan sedikit istirahat ketika tidur.
Pada penelitian yang telah dilakukan telah diketahui juga bahwa orang yang kurang tidur akan cenderung mengalami kegemukan. Ternyata kurang tidur berhubungan dengan berkurangnya kadar hormon leptin. Hormon yang mengatur nafsu makan, berat badan, dan melaporkan pada otak berapa banyak cadangan makanan yang tersedia dalam tubuh. Selain hormon leptin, kadar hormon grehlin yang fungsinya merangsang nafsu makan, ditemukan meningkat pada orang-orang yang kurang tidur.
Jadi sebaiknya berbijaklah dalam mengambil tindakan, tidak selamanya tidur itu merugikan kok. Apabila kita melakukannya dengan proporsi yang cukup dan optimal maka hasil yang kita terima pun akan baik dan optimal. Jagalah kesehatanmu dengan memberikan waktu istirahat yang cukup kepada tubuh karena kalau bukan kita sendiri yang merawatnya, siapa lagi?
Informasi diambil dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar