Sabtu, 26 Desember 2015

PHASMIDA




I.    PENDAHULUAN
 Ordo Phasmida termasuk artist yang memiliki kamuflase terbaik dalam dunia serangga – stick dan leaf insect atau serangga tongkat dan belalang daun. Nama ini berasal dari kata Yunani yaitu “phasma” yang artinya hantu. Beberapa entomologist menyebut mereka Phasmatodea. Stick dan Leaf Insect seperti nama mereka mengatakan secara langsung ordo dari serangga ini memiliki rupa seperti tongkat atau daun. Kamuflase alami Phasmida membuat mereka sulit untuk diketahui keberadaannya. Terdapat 2700 spesies yang diketahui, kebanyakan berasal dari daerah tropis, terdapat tiga spesies di New Zealand sekarang ini hidup di Inggris dan 20 spesies di Eropa. Phasmida populer di dunia sebagai peliharaan.

Serangga tongkat (Stick insect) memiliki panjang dari Timema cristinae dengan 11,6 mm sampai Phobaeticus kirbyi dengan 328 mm atau 546 mm dengan tungkai yang  diulurkan. Beberapa Phasmida memiliki peringkat sebagai serangga terpanjang didunia. Serangga daun (Leaf Insect) adalah Phyllium (Pulchriphyllium) giganteum dari Malaysia dengan 113 mm, sedangkan yang paling kecil adalah Nanophyllium pygmaeum hanya dengan 28 mm. Betina dewasa Heteroptery dilatata merupakan serangga terbesar dengan berat 65 gram. Betina seringkali lebih besar dibandingkan jantan. Sayap terdapat pada banyak spesies, namun pendek dan terkadang tidak ada. Dengan warna hijau atau coklat agar cocok dengan tumbuhan.
  
Mereka merupakan hemimetabola dan umumnya memiliki ukuran yang panjang, meskipun beberapa bentuk (Leaf Insect) lebar dan rata. Beberapa bentuk adalah apterous (sayap) meskipun sering kali hanya jantan yang terbang. Memiliki tipe mulut penggigit dan pengunyah dan semuanya adalah phytophagous (pemakan daun). Mereka memiliki mata compound (majemuk) dan beberapa bentuk yang memiliki sayap punya 2 ocelli. Antenna mereka biasanya filiform dengan 8 sampai 100 segmen dan cerci mereka pendek. Mereka biasanya dihiasi oleh beberapa duri dan tonjolan-tonjolan. Phasmida merupakan serangga terrestrial, nokturnal dan ditemukan pada semua daerah iklim sedang dan tropis. Banyak spesies dapat melakukan parthenogenesis, yaitu sel telur berkembang tanpa adanya fertilisasi , yang menghasilkan hanya betina saja, dimana dewasanya nanti akan mengulangi proses ini, khususnya Carausius morosus the Common Indian’ atau 'Laboratory Stick-Insect'.

Umumnya, Phasmida menggunakan kamuflase untuk menghindar dari predator, namun beberapa spesies menggunakan pertahanan diri yang aktif. Beberapa spesies, misalnya Eurycantha sp. memiliki duri yang besar pada tungkainya. Serangan dengan tungkainya dapat menimbulkan luka yang menyakitkan. Beberapa spesies juga bisa membuat suara bising, membuat keributan dengan sayapnya. Spesies lain memiliki sayap dengan warna yang menyala, dimana mereka bisa bercahaya apabila ada predator. Sedikit spesies, seperti Anisomorpha buprestoides, bisa memproduksi semprotan untuk pertahanan diri yang menyebabkan kebutaan pada manusia apabila merasa terancam.


II.    MATERI
A.    TAKSONOMI
Klasifikasi Phasmida merupakan hal yang kompleks. Terdapat banyak orang, termasuk entomologist amatir, mempelajari ordonya, dan merevisi adalah hal yang sangat umum. Phasmida dipertimbangkan sebagai suborodo dari Orthoptera, meskipun banyak penulis sekarang menulisnya dalam satu ordonya. Terdapat kebingungan dalam penamaan, dengan Phasmida yang suka dipakai oleh banyak penulis, meskipun nama ini salah. Phasmatodea merupakan nama yang benar.
Mereka terkadang diperkirakan berhubungan dengan ordo lain seperti Blattaria, Mantodea, Notoptera, dan Dermaptera, tetapi hubungannya tidak jelas dan kelompoknya parafiletik.
Order : Phasmida
Suborder : Anareolatae
Family : Heteronemiidae
Family : Phasmatidae
Suborder : Areolatae
Family : Timematidae
Family : Bacillidae
Family : Pseudophasmatidae
Family : Phyllidae


B.    EVOLUSI
Fosil tertua dari Phasmida ditemukan pada periode Triassic, 225 juta tahun yang lalu. Beberapa fosil sebelumnya sudah ditemukan,  namun masih meragukan. Terdapat 3000 spesies dari Phasmida, meskipun terdapat 30% merupakan sinonim. Beberapa spesies masih harus dideskripsikan secara formal.
Terdapat delapan famili, meskipun beberapa penelitian menyebutkan hanya dua. Terdapat tiga subordo yaitu Anareolatae, Areolatae, dan Timematodea. Aroelatae memiliki lima famili, meskipun untuk membedakan terhadap Anareolatae hanya dengan kehadiran area cengkung antara mid-tibia dan tibia belakang (hind), namun ini tidak selalu  ciri yang dapat diandalkan. Familinya termasuk Phylliidae (4 genus, 36 spesies yang diketahui), Aschiphasmatidae (18 genus, 100 spesies), Bacillidae (48 genus, 230 spesies), Heteronemiidae (1 genus, 2 spesies), and Pseudophasmatidae (51 genus, 300 spesies). Dua famili besar, Diapheromeridae (180 genus, 1.600 spesies) dan Phasmatidae (100 genus, 700 spesies) terdapat pada Anareolatae. Sedangkan Timematodea hanya memiliki satu famili, yaitu Timematidae (1 genus, 21 spesies). Serangga tongkat kecil ini tidak seperti phasmida, memiliki kemampuan untuk melompat, tidak seperti kebanyakan spesies di ordo ini. Ini mempertanyakan apakah serangga ini termasuk phasmida, dan penelitian filogenetik tidak meyakinkan. Telur dari setiap phasmida merupakan hal penting dalam pengklasifikasian serangga ini.

C.    EKOLOGI
Telur Serangga tongkat (Stick-Insect) terdapat dalam dua bentuk tergantung dimana mereka menjatuhkan di tanah atau meletakkannya di tempat yang dapat dicapai. Apabila telur yang dijatuhkan ke tanah memiliki ‘capitulum’ yang lebih besar yang biasanya mengandung lipid dan substansi lain yang menarik semut, semut akan mengambil telur ke sarang mereka, memotong capitulum dan memberikankannya ke anak-anaknya, sisa telurnya kemudian dibuang. Telur Serangga tongkat memperoleh keuntungan proteksi dari burung maupun predator lain dengan berada di sarang semut, dan menetas dengan baik didalam sarang semut. Pada beberapa spesies dari serangga tongkat, nympha yang baru menetas memiliki mimic seperti semut, misalnya Extatosoma tiaratum. Semua proses ini merupakan contoh luar biasa  cara meniru tumbuhan dari serangga tongkat seperti banyak tumbuhan lain yang disebut ‘eliasomes’ dengan menaruh materi makanan pada benih sehingga semut membawanya ke sarang mereka. Biji atau benih yang berkecambah pada sarang semut cenderung tumbuh lebih kuat dan memproduksi lebih banyak benih pada diri mereka dibandingkan benih yang berkecambah pada tempat yang sama. Jauh dari proteksi dari predator dan parasit, telur dan benih mendapatkan proteksi yang sangat baik, sebaik seperti proteksi dari api. Spesies lainnya dari serangga tongkat meletakkan telurnya didalam tanah (Aretaon Asperrimus), kedalam bagian tumbuhan (Graeffea crouanii), atau merekatkannya ke bagian dari tumbuhan seperti daun dan kulit kayu (Timema californica) dan cenderung tidak adanya capitulum atau memilikinya namun tereduksi.
Telur dalam jangka waktu 3 bulan sampai 18 bulan akan menetas menjadi versi mini dari dewasa, namun mereka tidak memiliki sayap. Mereka biasanya aktif dan banyak berlarian, mereka memanjat tumbuhan terdekat. Kebanyakan serangga tongkat memiliki lima instar di jantan dan enam di betina, dan pada 3 bulan sampai 12 bulan akan mengalami kedewasaan. Serangga tongkat dan daun mengalami metamorphosis sederhana. Di beberapa spesies, betina dapat memproduksi keturunan tanpa adanya fertilisasi dari jantan. Keturunannya selalu betina dan jantan dari spesies ini sangat jarang atau tidak ada. Apabila jantan ada, kawin biasanya terjadi dengan transfer dari spermatophore (kantung sperma) dari jantan ke betina.






Betina biasanya jauh lebih besar dibandingkan jantan kecuali spesies yang jantannya secara aktif bersaing dengan betina seperti Eurycantha calcarata dimana jantan dan betina hampir sama, dan Oncotophasma martini dimana lebih besar jantannya. Ini disebabkan betina memproduksi telur yang relative lebih besar dan dia memerlukan abdomen yang lebih besar untuk telur didalamnya dan mulut yang lebih besar untuk memakan makanan yang lebih banyak sehingga tubuhnya lebih besar.
  

 Eurycantha calcarata moulting (pergantian kulit)

Jantan pada spesies yang terbang dan memiliki antenna yang lebih panjang untuk membantu mereka menemukan betina. Pada beberapa spesies dari serangga tongkat, jantan menjaga betina setelah dan terkadang sebelum mereka kawin. Ini biasanya terjadi pada spesies, seperti ‘American Walking StickAnisomorpha bupestroides, Anisomorpha monstrosa dan ‘Small Spiney Stick-InsectAretaon asperrimus. Masa hidup dari banyak spesies kira-kira 1 tahun, namun banyak dari spesies yang tumbuh lambat dan tubuhnya lebih besar bisa mencapai 2 tahun setelah menetas.

Kebanyakan serangga tongkat mengandalkan kamuflase pasif agar terhindar dari predator, spesies yang lebih besar seperti Eurycantha horrida memiliki banyak duri pada tungkai belakang yang bisa menjadi alat yang agresif untuk perlindungan diri dari predator, dan juga untuk kompetise dengan jantan. Sedangkan American Walking Stick, Anisomorpha bupestroides dan Pink Wings Sipyloidea sipylus memiliki perlindungan diri dengan spray (semprotan) dengan bahan kimia yang bisa menyebabkan kebutaan.
Kebanyakan merupakan nokturnal dan memperlihatkan tidak adanya pergerakan pada siang hari. Terdapat lebih dari 2.500 spesies di seluruh dunia. Biasanya terdapat pada daerah subtropics, namun beberapa spesies terdapat di daerah beriklim sedang.

D.    MANFAAT
Terdapat beberapa orang melaporkan bahwa phasmida dimakan oleh manusia. Sebuah laporan yang sudah lama menyatakan bahwa penduduk asli dari Pulau Goodenough, New Guinea, menggunakan tungkai belakang spesies Eurycantha yang berduri sebagai  mata kail. Rupa Phasmida yang spektakuler membuat mereka dikomersialkan sebagi pembingkai (seperti kupu-kupu, mereka dijual ke turis sebagai dekorasi rumah) yaitu Heteropteryx dilatata, di film, dan pada T-shirt, postcards, dan mainan. Phasmida menjadi serangga yang mengesankan untuk dilihat, dan membuat mereka menjadi serangga popular sebagai peliharaan. Hampir semua spesies tidak merugikan, tetapi beberapa harus dikontrol dengan hati-hati, dimana mereka memiliki kebiasaan pertahanan diri yang agresif. Sedikit spesies memiliki semprotan yang dapat menyebabkan kebutaan pada manusia. 

III.    PEMBAHASAN
Famili Timemidae―Serangga tongkat timemina : Serangga-serangga ini lebih gemuk dan lebih pendek daripada kebanyakan serangga tongkat lainnya, dan agak menyerupai cocopet (Dermaptera). Mereka bertungkai pendek, tidak bersayap, panjangnya 15-30 mm, dan berwarna kehijau-hijauan sampai ungu. Tarsi semuanya tiga ruas dan mempunyai kuku-kuku pretarsus yang tidak sama. Terdapat Sembilan jenis yang dikenal, semua termasuk genus Timema yang terdapat di tanaman-tanaman tahunan di California, Arizona, dan Nevada. Paling tidak satu jenis adalah partenogenetik. Timema-timema biasanya dikumpulkan dengan memukul-mukul daun-daunan.
Famili Pseudophasmatidae―Serangga tongkat bersetrip; Serangga-serangga ini memiliki tergum ruas abdomen pertama paling tidak sama panjangnya dengan metanotum toraks, di tempat itu secara sempurna bersatu, dan tibia tengah dan belakang dan batas berlekuk yang sangat dalam dan sangat lebar ujungnya, yang menerima dasar tarsus ditempatnya. Mereka berwarna kuning kecoklatan (jantan) atau coklat (betina) dengan sebuah garis-garis median yang hitam dan dua garis dorsolateral. Mereka memiliki kelenjar-kelenjar pertahanan dari tempat itu dipancarkan satu cairan kental seperti susu. Serangga ini terbatas pada dua jenis Anisomorpha, keduanya terdapat di Florida. Mereka terdapat di rumput-rumput atau semak-semak sepanjang tahun.
Famili Heteronemiidae―Serangga tongkat biasa: Serangga ini lebih menyerupai tongkat daripada tiga famili Phasmida. Serangga-serangga tongkat yang umum di Negara-negara bagian tenggara adalah D.femorata, yang kadang-kadang menjadi cukup banyak sampai merontokkan daun-daun di pohon pada hutan. Famili ini termasuk pada serangga terpanjang di Amerika, yaitu Megasphasma denticrus yang mencapai panjang 150-180 mm. serangga tersebut terdapat di bagian Selatan dan Baratdaya Amerika Serikat.
Famili Phasmatidae―Serangga-serangga tongkat yang bersayap: Terdapat lebih dari 100 jenis Neotropika di dalam famili ini tetapi hanya satu yang terdapat di Florida bagian selatan, yaitu Aplopus mayeri, makan tanaman cadar teluk dan tumbuhan pantai lainnya. Serangga tersebut panjangnya 80-130 mm dan satu-satunya serangga yang mempunyai sayap. Kepala memiliki dua duri gendut pada vertex.
Indian Stick Insects (Carausius morosus)
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom    : Animalia
Phylum    : Arthropoda
Class        : Insecta
Order        : Phasmatodea
Suborder    : Verophasmatodea
Family        : Diapheromeridae
Genus        : Carausius
Species    : Carausius morosus
           
Serangga tongkat Indian (Carausius morosus) telah menjadi peliharaan dalam beberapa tahun ini, terutama di United Kingdom. Mereka memiliki penampilan yang unik dan mudah untuk dirawat. Mencapai panjang hingga 4 inci (10 cm), dan masa hidupnya hingga satu tahun.
‘Indian Stick Insect’ seperti namanya, berasal dari Asia. Mereka salah satu dari empat serangga tongkat yang dipelihara di United Kingdom. Ketiga spesies yang lain adalah ‘Prickly Stick-Insect (Acanthoxyla geisovii), ‘Unarmed Stick-Insect’ (Acanthoxyla inermis) dan ‘Smooth Stick-Insect’ (Clitarchus hookeri).
Serangga tongkat Indian biasanya mati karena cuaca yang membeku, namun pada musim dingin yang ringan membuat populasi mereka meningkat. Mereka biasanya berwarna hijau olive, namun bisa juga berwarna kuning-hijau atau coklat. Ketika dewasa pada permukaan bawah tubuhnya terdapat cahaya kemerahandan pada tungkai depannya bisa menjadi warna merah pucat. Antennanya panjang seperti panjang tungkainya. Setiap keenam tungkainya terdiri dari empat segmen, coxa berhubungan dengan tubuh, (trochantero-)femur, tibia, dan tarsus dilengkapi dengan kait dan struktur bahan perekat.

Serangga tongkat umumnya aktif pada malam hari dan selama hidupnya akan mengalami enam kali instar. Serangga tongkat Indian merupakan parthenogenesis, dimana mereka bisa bereproduksi tanpa kawin. Betina meletakkan satu atau dua telur setiap hari yang berukuran 2 mm, dan bisa memproduksi seratus selama hidup mereka yang singkat.  Telur menetas dalam jangka waktu delapan sampai lima belas minggu tergantung temperature udara. Telur berwarna coklat, dengan salah satu ujungnya berwarna abu-abu kecoklatan. Telurnya haploid.
Serangga ini memakan bramble (blackberry), raspberry, bunga putih, pohon ek, mawar, tumbuhan menjalar.

Spiny Leaf Insect (Extatosoma tiaratum)
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom    : Animalia
Phylum    : Arthropoda
Class        : Insecta
Order        : Phasmatodea
Family        : Phasmatidae
Subfamily    : Tropidoderinae
Genus        : Extatosoma
Species    : Extatosoma tiaratum
‘Spiny Leaf Insect’ atau Serangga Daun Berduri merupakan bukan serangga daun sesungguhnya, namun spesies dari Serangga tongkat. Memiliki warna yang tidak tetap dan bisa saja berwarna hijau, coklat terang atau coklat kemerahan. Serangga ini ditutupi oleh duri dan tungkainya rata seperti daun. Kepalanya memiliki bentuk aneh seperti kerucut tajam dan terlihat seperti dari belakang ke depan, yaitu tipe kepala hypognathous. Jantan memiliki tubuh yang lebih ramping, dan dua pasang sayap yang berkembang dengan baik dan bisa terbang. Betina memiliki abdomen yang kuat dan keras, sepasang sayap yang kecil dan tidak bisa terbang. Serangga ini mengandalkan kamuflase untuk menghindarkan diri dari predator, terlihat seperti sebuah tongkat dengan daun. Ketika diganggu, mereka dapat melawan dengan tungkainya yang berduri. Seringkali bagian ujung dari abdomennya mengeriting seperti scorpion. ‘Spiny Leaf Insect’ sangat populer sebagai serangga peliharaan.
 
Nama lain dari serangga ini adalah ‘Giant Prickly Stick Insect’, ‘Macleay’s Spectre’. Ukuran tubuh betina adalah 20 cm, sedangkan jantan hanya 11 cm dan memiliki tiga ocelli. Serangga ini biasanya makan di pohon Eucalyptus, namun juga makan pada pohon lain seperti Hawthorn, Raspberry, dan Mawar.
Betina dari serangga ini meletakkan telurnya di sebuah pohon dimana mereka menjatuhkannya ke sampah dedaunan. Telurnya memiliki banyak variasi warna, meskipun berasal dari individu yang sama, dari seluruhnya kebanyakan berwarna putih, coreng coklat dan krim, sampai coklat tua.

Telurnya dikumpulkan oleh semut dan akan dibawa ke sarang semut sebagai simpanan makanan. Semut akan memakan ujung dari telur serangga ini. Ketika nympha menetas dari telur, mereka akan menyerupai semut dan bau seperti semut. Sebelum semut menyadari bahwa serangga ini penyelundup, Serangga daun berduri ini akan keluar dari sarang dan mencari pohon eucalypt, memanjatnya dan memakan dedaunannya. Meskipun kebanyakan dewasa terkenal lambat, nympha ini cepat dan aktif. Pergerakannya menjadi lambat ketika instar ke 2 dan seterusnya.
Serangga ini ditemukan pada daerah Queensland dan New South Wales bagian Utara.


Twostriped Walkingstick (Anisomorpha buprestoides)
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom    : Animalia
Phylum    : Arthropoda
Class    : Insecta
Order    : Dermaptera
Family    : Pseudophasmatidae
Genus    : Anisomorpha
Species    : Anisomorpha buprestoides
Serangga tongkat yang umum ditemukan di Florida adalah Anisomorpha buprestoides , yang juga disebut ‘Twostriped walkingstick’. Nama lainnya adalah (devil’s riding horse, prairie alligator, stick bug, witch’s horse, devil’s darning needle, scorpion, dan musk mare)
Nama umum terakhir yang diberikan terutama sekali tepat pada serangga ini karena kemampuannya untuk menyemprotkan bau yang kuat yang sangat menyakitkan untuk mata dan membaran mukosa.
Genus Anisomorpha merupakan hanya Nearctic wakil dari famili Pseudophasmatidae. Di Neartic, individu dari Anisomorpha dikenali dari kombinasi karakteristik: tibia tengah dan belakang dengan cekungan areolae pada permukaan bawah dari apices; tarsi 5 segmen; abdominal segmen pertama sama panjangnya atau lebih panjang dari metanotum dan menyatu dengannya; antenna panjang pada keduanya; tubuh tidak seperti daun dengan perpanjangan lateral; cakar tidak sempurna berpektin; apterous; abdominal segemen dari jantan quadrate (pangkat dua) dari garis melintang pada betina.
Anisomorpha buprestoides lebar, kuat (untuk serangga tongkat) phasmida coklat dengan tiga garis longitudinal (membujur) yang menyolok mata. Betina rata-rata 67.7 mm panjangnya, jantan lebih kecil dan lebih ramping, rata-rata 41,7 mm. Terdapat perbedaan yang sangat jelas antara kedua warna hitam dan putih yang hanya ditemukan pada semak Hutan Ocala National. Jantan yang kecil selalu menunggangi pada atas betina yang lebih besar.
 
Seperti semua serangga tongkat, serangga ini juga herbivora, memakan dedaunan dari pohon dan semak. Dilaporkan bahwa betina memakan crepe myrtle (Lagerstroemia indica L) dan mawar di Louisiana; sedangkan jantan sama saja seperti betina. Sebuah observasi individu yang ada pada Ocala National Forest  terutama memakan pohon ek, namun juga rosemary (Ceratiola ericoides Michx.) dan lyonia (Lyonia ferruginea); meskipun individu ini sering ditemukan pada semak palem kecil (Sabal etonia Swingle) namun mereka tidak memakan ini.
Serangga tongkat biasanya menjatuhkan telurnya dari tempat mereka makan ke tanah. Akan tetapi, betina dari Anisomorpha buprestoidesmengeluarkan telur mereka ke tanah dan setiap lubang terdapat 8-10 telur., dan menutupinya dengan pasir.
Spesies ini memiliki pertahanan diri dengan odiferous sekreksi. Sekresi ini memproduksi dan disimpan dalam dua bentuk panjang, kelenjar seperti kantung pada thoraks dan terbuka hanya dibelakang kepala. Kelenjar ini berfungsi dari lahir dan nympha yang baru lahir dapat menyerang semut dengan ini. Diidenfikasikan bahwa kelenjar ini memiliki unsure aktif yaitu terpene dialdehyde berhubungan dengan catnip dan dinamakan anisomorphal. Ini dapat mencapai 30-40 cm dengan akurat.
 
Giant Spiny Stick Bug (Eurycantha calcarata)
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom    : Animalia
Phylum    : Arthropoda
Class    : Insecta
Order    : Phasmatodea
Suborder    : Anareolatae
Family    : Phasmatidae
Sub-Family    : Eurycanthinae
Genus    : Eurycantha
Spesies    : Eurycantha calcarata

Serangga ini berasal dari Papua New Guinea. Biasanya disebut ‘Giant Spiny Stick-Insect’.
Serangga dapat bereproduksi dengan atau tanpa jantan. Telur menetas 5-6 bulan. Nympha memerlukan waktu 4-6 bulan untuk dewasa, dan hidup hingga lebih dari satu tahun. Merupakan serangga nokturnal dan di tumpukan sampah ketika siang hari. Telur diletakkan di tanah. Betina dapat mencapai 13 cm, sedangkan jantan hanya 11 cm. Jantan memiliki duri yang banyak pada femur pada tungkau belakangnya. Dan ketika diganggu, dia akan berada pada posisi pertahanan, yaitu mengangkat abdomennya dan salah satu atau kedua tungkainya. Mereka memakan Bramble, ek, Ivy (tumbuhan menjalar), anggur, pir, mawar.
 
BELALANG DAUN (Phyllium giganteum)
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom    : Animalia
Phylum    : Arthropoda
Class    : Insecta
Order    : Phasmatodea
Family    :-
Subfamily    : -
Genus    : Phyllium
Species    : Phyllium giganteum

Nama yang diberikan kepada beberapa serangga tropis besar berbentuk pipih dengan sayap terpampang sedemikian lebar sehingga mirip daun. Lazimnya berwarna hijau meskipun ada juga yang berwarna coklat, sedang urat-urat pada sayap tersusun serta menonjol dalam warna yang lain, serupa tulang-tulang daun. Kebanyakan serangga ini tergolong pada ordo Phasmida, akan tetapi beberapa diantaranya adalah ordo Orthoptera sejati, masih berkerabat dengan katydid. Mudah saja untuk menunjukkan perbedaan antara keduanya, oleh sebab itu phasmid biasanya memiliki antenna pendek, sedangkan katydid memiliki antenna panjang, dan memiliki tungkai belalang yang mengalami perubahan untuk menyesuaikan diri dengan keperluan melompat. Belalang daun juga mengalami perluasan tungkai sehingga menjadi cuping serupa daun (kecil), yang menyebabkan penampilan fisik yang sama sekali tidak serupa serangga. Tidak bisa dibantah bahwa penampilan serupa daun yang dimiliki serangga ini merupakan penyamaran yang sangat bermanfaat, untuk melindungi diri dari hewan yang mungkin memusuhinya, khususnya burung.
Phasmid hanya menghasilkan satu butir sekali bertelur, dan oleh Karena telur itu tidak dilekatkan pada daun, seringkali jatuh ke tanah. Di tempat itulah telur tinggal untuk beberapa bulan lamanya, sebelum nympha keluar dari tetasan telur. Serangga muda (nympha) itu serupa sekali dengan bentuk serangga dewasa, hany saja tidak memiliki sayap, hidup dengan makan daun-daunan, dan tumbuh amat lambat. Betina memerlukan 6 kali berganti kulit sebelum menjadi dewasa, sedangkan jantan hanya 4-5 kali. Keseluruhan riwayat hidup serangga ini cenderung mengalami penguluran, sehingga bisa jadi makan waktu satu tahun lebih.

IV.    PENUTUP
Phasmida merupakan ordo yang memiliki kemampuan kamuflase yang hebat, yaitu menyerupai daun atau ranting (tongkat) sebagai pertahanan diri yang pasif. Namun dari genus Anisomorpha melakukan pertahanan diri yang aktif dengan mengeluarkan zat atau kelenjar yang dapat mengakibatkan kebutaan apabila terkena mata. Serangga ini berjalan dengan sangat lambat diantara dedaunan. Serangga ini mampu mampu beregenerasi kembali apabila tungkai-tungkainya hilang.
Ordo Phasmida memiliki anggota yang merupakan serangga terpanjang di dunia, yaitu Phobaeticus kirbyi. Serangga ini sangat luas menyebar terutama didaerah tropis, terutama didaerah Indo-Malaya.  Semua anggota dari Phasmida merupakan pemakan tumbuhan (phytophagous).

DAFTAR PUSTAKA

Borror,D.J., C.A. Triplehorn dan N.F. Johnson. 1992. Pengenalan Pelajaran Serangga. Edisi keenam. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Hoeve, W.Van. Ensiklopedi Indonesia Seri Fauna: Serangga. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve.
Putra Nugroho Susetya. 1994. Serangga di Sekitar Kita. Yogyakarta: Kanisius.
Subahar, Tati Suryati Syamsudin. “PERSEBARAN MERUANG Forficula auricularia (Dermaptera: Forficulidae) PADA AWAL PERIODA PENCARIAN MAKAN,” Bandung: Jurusan Biologi-FMIPA ITB.
Thomas, Michael C. “The Twostriped Walkingstick, Anisomorpha buprestoides (Stoll) (Phasmatodea: Pseudophasmatidae),” Entomology Circular No. 408.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar