Sabtu, 26 Desember 2015

Serangga Berdasarkan Tipe Makanan


I.                    PENDAHULUAN
Serangga merupakan kelompok hewan yang dominan di muka bumi dengan jumlah spesies hampir 80 persen dari jumlah total hewan di bumi. Dari 751.000 spesies golongan serangga, sekitar 250.000 spesies terdapat di Indonesia. Sebanyak 1.413.000 spesies telah berhasil diidentifikasi dan dikenal, lebih dari 7.000 spesies baru ditemukan hampir setiap tahun.
            Serangga dapat dijumpai di semua daerah di atas permukaan bumi. Di darat, laut, dan udara dapat dijumpai serangga. Mereka hidup sebagai pemakan tumbuhan, serangga atau binatang lain, bahkan mengisap darah manusia dan mamalia. Serangga hidup sebagai suatu keluarga besar di dalam sebuah kehidupan social yang rumit, seperti yang dilakukan oleh lebah, semut, dan rayap yang hidup di dalam sebuah koloni.
Serangga adalah hewan yang berkonstruksi aneh (khusus). Mereka dapat dikatakan bagian dalamnya di luar, atau berkonstruksi terbalik karena urat syaraf mereka membentang sepanjang bagian bawah tubuh dan jantungnya terletak di atas saluran pencernaan. Mereka tidak mempunyai paru-paru, tetapi bernafas melalui sejumlah lubang kecil di dalam dinding tubuh (Borror, 1992).
      Secara umum alat-alat mulut serangga terdiri dari :
1.      Labrum (bibir atas)
2.      Sepasang mandibel (geraham pertama)
3.      Sepasang maksila (geraham kedua)
4.      Labium (bibir bawah)
5.      Epifaring (lidah)
Bagian–bagian mulut serangga dapat diklasifikasikan menjadi dua tipe umum, mandibulata (pengunyah) dan haustelata (penghisap). Tipe alat mulut pengunyah, mandibel bergerak secara transversal yaitu dari sisi ke sisi, dan serangga tersebut biasanya mampu menggigit dan mengunyah makanannya. Tipe mulut penghisap memiliki bagian-bagian dengan bentuk seperti probosis yang memanjang atau paruh dan melalui alat itu makanan cair dihisap. Mandibel pada bagian mulut penghisap mungkin memanjang dan berbentuk stilet atau tidak ada. 
Beberapa tipe alat mulut serangga yaitu :
a. Tipe alat mulut menggigit mengunyah terdiri dari :
(1). Labrum, berfungsi untuk memasukkan makanan ke dalam rongga mulut.
(2). Epifaring, berfungsi sebagai pengecap.
(3). Mandibel, berfungsi untuk mengunyah, memotong, atau melunakkan makanan.
(4). Maksila, merupakan alat bantu untuk mengambil makanan. Maxila memiliki empat cabang, yaitu kardo, palpus, laksinia, dan galea.
(5). Hipofaring, serupa dengan lidah dan tumbuh dari dasar rongga mulut.
(6). Labium, sebagai bibir bawah bersama bibir atas berfungsi untuk menutup atau membuka mulut. Labium terbagi menjadi tiga bagian, yaitu mentum, submentum, dan ligula. Ligula terdiri dari sepasang glosa dan sepasang paraglosa.
Contoh serangga dengan tipe alat mulut menggigit mengunyah yaitu ordo Coleoptera, Orthoptera, Isoptera, dan Lepidoptera.
b. Tipe alat mulut mengunyah dan menghisap
Tipe alat mulut ini diwakili oleh tipe alat mulut lebah madu Apis cerana (Hymenoptera, Apidae) merupakan tipe kombinasi yang struktur labrum dan mandibelnya serupa dengan tipe alat mulut menggigit mengunyah, tapi maksila dan labiumnya memanjang dan menyatu. Glosa merupakan bagian dari labium yang berbentuk memanjang sedangkan ujungnya menyerupai lidah yang berbulu disebut flabelum yang dapat bergerak menyusup dan menarik untuk mencapai cairan nektar yang ada di dalam bunga.
c. Tipe alat mulut menjilat mengisap
Tipe alat mulut ini misalnya pada alat mulut lalat (Diptera). Pada bagian bawah kepala terdapat labium yang bentuknya berubah menjadi tabung yang bercelah. Ruas pangkal tabung disebut rostrum dan ruas bawahnya disebut haustelum. Ujung dari labium ini berbentuk khusus yang berfungsi sebagai pengisap, disebut labellum.
d. Tipe Alat Mulut Mengisap
Tipe alat mulut ini biasanya terdapat pada ngengat dan kupu-kupu dewasa (Lepidoptera) dan merupakan tipe yang khusus, yaitu labrum yang sangat kecil, dan maksila palpusnya berkembang tidak sempurna. Labium mempunyai palpus labial yang berambut lebat dan memiliki tiga segmen. Bagian alat mulut ini yang dianggap penting dalam tipe alat mulut ini adalah probosis yang dibentuk oleh maksila dan galea menjadi suatu tabung yang sangat memanjang dan menggulung.
e.  Tipe Alat Mulut Menusuk Mengisap
Kepik, mempunyai alat mulut menusuk mengisap, misalnya Scotinophara (Heteroptera). Alat mulut yang paling menonjol adalah labium, yang berfungsi menjadi selongsong stilet. Ada empat stilet yang sangat runcing yang berfungsi sebagai alat penusuk dan mengisap cairan tanaman. Keempat stilet berasal dari sepasang maksila dan mandibel ini merupakan suatu perubahan bentuk dari alat mulut serangga pengunyah.
Serangga berdasarkan tipe makanannya dibagi menjadi : pemakan tumbuhan (phytophagous), memangsa hewan atau lain (predacious), penghisap darah atau cairan tumbuhan, dan pemakan sisa bahan organik.
I.                    MATERI

KECOA (Periplaneta Americana)
a.     Taksonomi
Kingdom       : Animalia
Phylum          : Arthropoda
Class              : Insecta
Order             : Blattaria
Family             : Blattidae
Genus              : Periplaneta
Species          : Periplaneta americana
b.     Evolusi
Serangga ini muncul dan berevolusi dari keturunan wood burrowers yang terdapat di Australia dari utara setelah bergabungnyapelat Asia dan Australia 20 Milyar tahun yang lalu, terjadi pada periode Miocene.
c.   Ekologi 
Kecoa biasanya hidup ditempat yang basah dan lembap, namun dapat bertahan di daerah yang kering namun harus tetap ada akses ke air. Serangga ini memilih suhu yang hangat kira-kira 29oC dan tidak bisa hidup di daerah yang bersuhu dingin. Di daerah perumahan, kecoa hidup di ruang bawah tanah, dan mungkin keluar ke perkarangan selama suhu nyadingin. Kecoa ini biasanya di ruang bawah tanah, garasi, gudang, celah. Mereka terbang ketika musim kawin. 
Serangga ini merupakan pemakan bangkai yang memakan makanan yang sudah membusuk dan variasi makanan yang lain. Biasanya sangat menyukai makanan yang hasil fermentasi/beragi. Empat puluh lima spesies yang termasuk genus Periplaneta, bukan endemik di Amerika. Periplaneta americana dikenal dari Amerika ke Afrika pada tahun 1625. Serangga ini telah menyebar keseluruh dunia melalui perdagangan. Serangga ini seringkali ditemukan tinggal di dalam rumah dan luar. Serangga ini ditemukan di basemen, terowongan uap, dan pengaliran air. Serangga ini ditemukan di semua bangunan seperti restaurant, toko makanan, toko kue, dan dimana pun makanan di simpan dan disiapkan. Selama siang hari, serangga ini memiliki respon negative terhadap cahaya.
Serangga ini memilih makanan yang manis dan telah diobservasi memakan kertas, sepatu, rambut, roti, buah, ikan, kacang, nasi basi, serangga yang sudah mati, dan pakaian.
Beberapa musuh alami dari kecoa telah ditemukan, yaitu parasitic wasp yang menaruh telurnya kedalam ootheca kecoa , mencegah timbulnya nympha kecoa.

d.     Manfaat
Kecoa bisa menjadi masalah kesehatan public karena serangga ini berhubungan dengan limbah manusia dan penyakit, dan kemampuannya untuk berpindah ke rumah-rumah lain dan perusahaan komersial. Kecoa dapat dikontrol dengan menggunakan insektisida.

PEMBAHASAN
Kecoa dewasa tumbuh dengan panjang kira-kira 4 cm dan tinggi 7 mm. Mereka memiliki warna coklat kemerahan dan ada juga yang memiliki pinggiran berwarna kekuningan pada bagian bawah kepala. Nympha mirip dengan dewasa namun tidak memiliki sayap.
Serangga ini merupakan salah satu serangga yang dapat berlari dengan cepat. Pada eksperiment di Universitas California, serangga ini tercatat memiliki kecepatan 5,4 km per jam, kira-kira 50 kali panjangnya per detik, sedangkan manusia 330 km/jam.
Serangga ini memiliki sepasang mata yang besar dengan 2000 lensa yang membuatnya sanggat aktif ketika malam karena menghindari cahaya.
Serangga ini umumnya mencari makan pada malam hari (nokturnal). Kecoa berbentuk pipih dan kepalanya tidak tampak dari atas. Namun yang tampak adalah ruas pertama toraksnya. Apabila tubuhnya dibalikkan, maka kepalanya tampak di bawah ruas toraks tersebut. Kakinya yang sama panjang dan besar digunakan untuk berjalan ataupun berlari.
Kecoa memiliki antenna panjang dan berisi banyak sel peraba dan pengecap yang digunakannya untuk mengamati keadaan lingkungannya dengan cara menggerak-gerakkannya
Kecoa mempunyai satu sifat yang unik apabila diganggu. Mereka akan menggunakan celah-celah sempit untuk menyembunyikan tubuhnya yang pipih. Sifat ini efektif untuk menghindar dan apabila terganggu. Kecoa juga dapat mengeluarkan cairan bau yang dihasilkan oleh kelenjar bau. Namun cairan ini tidak menyebabkan kebutaan.
Kecoa merupakan pemakan sisa-sisa bahan organik. Mulutnya digunakan untuk mengunyah makanan.
Betina memproduksi kantung telur yang disebut ootheca dan membawanya diujung abdomen selama kira-kira dua hari. Biasanya kantung ini disembunyikan ditempat yang tidak terlihat. Panjangnya 0,9 cm, coklat, dan berbentuk seperti dompet. Nympha akan keluar pada 6-8 minggu dan menjadi dewasa pada 6-12 bulan. Kecoa dapat hidup sampai lebih dari satu tahun, betina menghasilkan kira-kira 150 anak.
Pada ootheca terdiri atas 14-16 telur.
Nympha yang pertama kali keluar berwarna coklat keabu-abuan. Setelah instar pertama, nympha berwarna putih dan menjadi warna coklat kemerahan.

Newly molted adult American cockroach, Periplaneta americana (Linnaeus)

JANGKRIK (Acheta domestica)
a.     Taksonomi
Kingdom       : Animalia
Phylum          : Arthropoda
Class              : Insecta
Order             : Orthoptera
Family                        :
Gryllidae
Subfamily      : Gryllinae
Genus                        : Acheta
Species          : Acheta domestica
b.     Evolusi
Fosilnya muncul pada Carboniferous, Permianm dan Triassic.

c.     Ekologi
Acheta domestica mungkin berasal dari Asia Tenggara, namun telah menyebar secara luas karena manusia. Jantan dikenal lewat bunyinya yang nyaring ketika malam hari. Suara nyaring dan spesifik tersebut dilakukan oleh jangkrik dengan cara menggesekkan bagian tepi salah satu sayap yang kasar dengan gigi-gigi kasar pada sayap lainnya. Sementara itu, bagian sayap yang lain adalah berupa membrane sayap yang berfungsi sebagai pengeras. Mereka menggesekkan dengan ritmis, sehingga dihasilkan bunyi kerikan yang mempunyai pola tersendiri.
Female (left) and male wings of
Gryllus field crickets

Jangkrik yang mengeluarkan suara nyaring hanyalah jangkrik jantan. Hal ini dilakukan untuk menarik perhatian jangkrik betina agar mau diajak kawin.

d.     Manfaat
Jangkrik banyak dicari sebagai pakan unggas, yaitu ayam dan burung, biasanya burun yang berkicau. Jangkrik juga dipelihara karena kemerduan suaranya.
Jangkrik juga digunakan sebagai pengkontrol kecoa dan earwig.

PEMBAHASAN
Acheta domestica memiliki hubungan dekat dengan belalang dan mereka memiliki tungkai belakang yang digunakan untuk melompat (Pada jangkrik, tympanum (kuping) berlokasi di tibia dari tungkai belakang). Dewasa memiliki panjang 2 cm dan warnanya coklat pucat dengan pola hitam di kepala dan thoraksnya. Mereka memiliki dua pasang sayap, dimana hanya sayap belakangnya saja yang digunakan untuk terbang.
Abdomen betina memiliki ovipositor yang digunakan untuk meletakkan telur di tanah. Serangga ini menyelasaikan siklus hidupnya pada dua sampai tiga bulam dengan suhu 80 o sampai 90oF.  Betina akan meletakkan telur sebanyak 50 sampai 100 yang menetas pada dua samapi tiga minggu kemudian. Nympha yan baru keluar memiliki ukuran yang sama dengan telur dan bercampur dengan background. Nympha mirip dengan dewasa namun tidak memiliki sayap dan ukurannya lebih kecil.  Jangkrik dewasa akan memakan anaknya sendiri (kanibalisme). Menjadi dewasa setelah dua belas minggu. Dewasa biasanya hidup dua samapi tiga minggu.
Jangkrik umumnya makan bagian dari suatu tanaman, seperti daun dan batang yang masih muda. Bibit-bibit tanaman yang disukainya akan dilahap, sehingga kita sering menjumpai tanaman tersebut hancur berantakan dimakan oleh jangkrik.
Jangkrik lebih suka melompat dan bersembunyi disuatu lubang atau tempat yang lain daripada terbang. Perilaku ini sering dimanfaatkan oleh pencari jangkrik untuk makanan unggas seperti ayam dan burung. Mereka akan memasukkan air ke dalam lubang yang kira-kira terdapat jangkrik didalamnya. Dengan cara sepeti ini, jangkrik akan keluar dan ditangkap.
Jangkrik dapat berlari dengan cepat dan melompat. Gerakan lompat mereka terkadang tidak teratur dan terkesan membingungkan. Namun carra ini membuat mereka cukup sulit untuk ditangkap.


Pantala flavescens

a.     Taksonomi
Kingdom       : Animalia
Phylum          : Arthropoda
Class              : Insecta
Order             : Odonata
Suborder       : Anisoptera
Family                        : Libellulidae
Genus                        : Pantala
Species          : Pantala  flavescens

b.     Evolusi
Fosilnya tercatat berasal dari periode Jurassic atau Cretaceous. Yaitu 300 juta tahun yang lalu.

c.     Ekologi
Kecepatan terbang serangga ini mencapai 5 m/sekon. Di bagian tengah muka kepala terdapat sepasang antenna yang berfungsi sebagai alat pendeteksi lingkungan. Antenna ini mempunyai peran yang vital, yaitu sebagai alat bantu ‘navigasi’ pada saat terbang untuk menemukan mangsa atau menghindar dari pemangsa.
Capung memiliki dua pasang sayap yang transparan. Pada setiap sayap terdapt alur-alur mirip jarring yang merupakan nadi (vena) sayap untuk mendapatkan oksigen. Capung mampu menghentikan terbangnya dengan mendadak, lalu mengapung sejenak di udara, mengubah arah dan kemudian melesat dengan cepat kea rah lain. Dengan kemampuannya ini, mereka menangkap nyamuk-nyamuk atau serangga lain yang sedang terbang. Dengan cepat, capung menangkap dan mencengkeram mangsanya dengan tungkainya yang kokoh. Kemudian, mangsanya yang telah tertangkap dijepit dengan rahang-rahang yang kokoh dan kuat dan kemudian memakannya.
Seperti capung lainnya, Pantala flavescens merupakan predator. Dewasa memakan kebanyakan serangga kecil seperti nyamuk, semut, dan rayap.
Habitat nimfa capung berupa perairan seperti sawah, sungai, danau, kolam atau rawa. Dan habitat capung dewasa berada di daerah dekat perairan dan tempat terbuka.
Capung sering terlihat di daerah terbuka, terutama di kawasan perairan di mana mereka dapat berbiak dan berburu makanan. Sebagian besar capung senang hinggap pada pucuk rerumputan, pohon perdu dan lain-lain yang tumbuh di sekitar kolam, sungai atau parit. Dini hari atau sore hari capung kadang-kadang lebih mudah diamati.
d.     Manfaat
·        Sumber inspirasi bagi para seniman
·        Mitosnya untuk menghentikan kebiasaan mengompol (pedesaan)
·        Di Jepang, capung dilindungi
·        Sebagai pembasmi nyamuk yang efektif, Pantala flavescens adalah pemangsa yang paling efektif terhadap Aedes aegypti (76,1%) dan Culex quinquefasciatus (64,63%).
·        Bagian penting dari rantai makanan terutama pada habitat perairan
·        Sebagai indikator air bersih
·        Capung yang sehari-hari dapat dilihat disekitar lingkungan kita ternyata banyak membantu manusia. Sepanjang hidupnya yang rata-rata setahun, seekor capung memangsa ribuan serangga yang merugikan seperti nyamuk dan lalat.

PEMBAHASAN
Capung merupakan serangga yang menarik, memiliki 4 sayap yang berselaput dan banyak sekali urat sayapnya. Bentuk kepala besar dengan mata yang besar pula. Antena berukuran pendek dan ramping. Capung memiliki toraks yang kuat dan kaki yang sempurna. Abdomen panjang dan ramping, tidak mempunyai ekor, tetapi memiliki berbagai bentuk umbai ekor yang telah berkembang dengan baik. Mata capung sangat besar dan disebut mata majemuk, terdiri dari banyak mata kecil yang disebut ommatidium (Shanti, 1998).
Capung ini memiliki panjang sampai 4,5 cm, dengan bentangan sayap antara 7,2 cm dan 8,4 cm. Bagian depan kepala berwarna kekuningan sampai kemerahan. Thoraks biasanya kuning sampai berwarna emas dengan garis gelap dan berambut. Namun ada juga specimen dengan thoraks berwarna coklat dan olive. Abdomen memiliki warna yang sama dengan thoraks.
Sayapnya bening dan tipis. Pterostigma berwarna kekuningan. Sayap yang bening biasanya akan berubah warna kekuningan pada ujungnya.
Larva memiliki panjang antara 24-26 mm. Memiliki warna hijau terang dan totol coklat. Abdomen dan ujungnya tumpul.  Segmentasi pada abdomen disebut Paraproct.
Betina memperlihatkan beberapa perbedaan dengan jantan. Jantan memiliki warna yang lebih gelap dibandingkan betina. Jantan memiliki sayap yang lebih panjang dibandingkan betina, namun femurnya sama.
Capung ini memiliki rahang yang cukup kuat yang digunakan untuk mengunyah mangsanya, yaitu ngengat, kupu-kupu, nyamuk, dan serangga kecil lainnya.
Perilaku kawin capung sangat unik. Mungkin hanya capunglah satu-satunya serangga yang melakukan perkawinan secara tidak langsung. Artinya, proses pertemuan sperma dan sel telur tidak berlangsung melalui alat kelamin serangga jantan dan betina pada saat kopulasi. Sebelum kopulasi, serangga jantan akan memindahkan spermanya dari alat kelamin yang berada pada ujung abdomennya ke dalam sebuah cekungan penampung sperma yang terdapat di bagian bawah ruas abdomen ke-2 dan ke-3. Setelah proses pemindahan sperma selesai, capung jantan akan mencari capung betina untuk melakukan perkawinan. Kopulasi terjadi setelah capung jantan memegang bagian leher capung betina, atau sedikit ke belakang, dan capung betina melekatkan ujung abdomennya ke penampungan sperma capung jantan. Posisi kopulasi yang unik ini hanya dimiliki oleh capung.






Mictis sp.

a.     Taksonomi
Kingdom       : Animalia
Phylum          : Arthropoda
Class              : Insecta
Order             : Hemiptera
Infraorder     : Pentatomorpha
Family                        : Coreoidea
Subfamily      : Coreinae
Genus                        : Mictis
Species          : Mictis sp.

b.     Evolusi
Serangga ini ditemukan pada masa Pennsylvannian.
Ekologi
Ditemukan ai antara vegetasi yan lebat atau pada tumbuhan yang hidup soliter di sepanjang jalan setapak atau di pinggir sungai dan kolam. Di Australia, serangga ini ditemukan disemua tempat kecuali di Tasmania. Penyebarannya dia Australia dan Asia Tenggara dan Selatan.

a.     Manfaat
Serangga ini sudah lama menjadi musuh manusia sebab mereka menusuk jaringan tumbuhan dan kemudian mengisap cairannya sehingga menimbulkan kerusakan pada sel-sel jaringan tumbuhan tersebut. Akibatnya, tumbuhan tersebut akan layu dan tak beberapa lama kemudian akan mati.
PEMBAHASAN
Dewasa memiliki panjang 20-25 mm dengan lebar 7-10 mm, tungkainya panjang. Jantan dan betina sangat mirip namun tungkai belakang jantan dan betina lebih besar dan lebih membulat dari kaki betina. Tubuh dan kaki berwarna coklat abu-abu, antenna berwarna coklat dan elytra keabuan dengan garis-garis hitam-abu gelap. Tubuh tertutup oleh rambut halus berwarna putih.
Serangga ini merupakan hama pada tumbuhan:
·        Buncis dan kacang polong
·        Jeruk
·        Bunga muda
·        Batang muda
·        Sayuran muda
·        Padi
·        Daun
·        Tanaman hias
·        Viticulture
Spesies ini merupakan polyphagous, dan tercatat telah memakan banyak variasi tumbuhan, dan tanaman budidaya, termasuk anggur, pawpaw, cowpea, buncis, dan Acacia.
Apabila diamati dengan seksama, serangga ini memiliki alat mulut yang panjang ramping dan tajam seperti jarum yang disebut stylet. Alat mulut tersebut sebenarnya adalah gabungan dari bagian-bagian alat mulut yang termodifikasi menjadi alat tusuk dan alat isap sekaligus. Di dalam jarum tersebut terdapat dua saluran yang masing-masing dipakai untuk menyedot cairan tanaman dan untuk mengeluarkan ludah.
Kepala serangga ini mempunyai leher yang luwes, sehingga dapat menggerakkan alat mulutnya untuk ditusukkan ke jaringan sehingga menyebabkan tanaman kekurangan hara dan menguning (klorosis) dan perlahan-lahan mati.
Serangga ini memiliki pergerakan yang lambat dan adakalanya terbang. Nympha memakan tanaman yang sama dengan dewasa.






Amblycorypha sp.
a.     Taksonomi
Kingdom       : Animalia
Phylum          : Arthropoda
Class              : Insecta
Order             : Orthoptera
Family                        : Tettigoniidae
Subfamily      : Phaneropterinae
Genus                        : Amblycorypha
Species          : Amblycorypha sp.
b.     Evolusi
Fosilnya muncul pada Carboniferous, Permianm dan Triassic.

c.     Ekologi
Selama kopulasi, jantan mentransfer sperma dengan spermatophore. Betina meletakkan telur ke tanah atau ke tumbuhan inang.
d.     Manfaat
Merupakan hama bagi tanaman budidaya.
PEMBAHASAN
Spesies ini biasanya terdapat di daerah semak belukar, namun juga sangat umum ditemukan didaerah perumahan. Biasanya disebut “Katy” atau “Katy-did”. Serangga ini biasanya terbang pada sore hari.
Antenanya panjang dan seperti benang, tarsi dengan 4 segmen. Tympanum terdapat pada tibia depan. Ovipositor panjang dan bentuknya seperti pedang. Memiliki oragan penghasil suara yang berkembang dengan baik. Serangga ini biasanya dikenal dengan “long-horned grasshopper”, meskipun lebih dekat kekerabatannya dengan jangkrik dibandingkan dengan belalang. Bentuknya mirip dengan daun.
Berbeda dengan belalang, antenna serangga ini panjang, sedangkan belalang pendek dan tebal.
Serangga ini memakan daun, bunga, batang, dan biji.
Beberapa merupakan hama bagi tanaman budidaya.
Bentuk telurnya oval dan diletakkan pada baris di tanaman inangnya.







DAFTAR PUSTAKA
Borror,D.J., C.A. Triplehorn dan N.F. Johnson. 1992. Pengenalan Pelajaran Serangga. Edisi keenam. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Putra Nugroho Susetya. 1994. Serangga di Sekitar Kita. Yogyakarta: Kanisius.
Sola, Eugenio, Ika K. Widyaningrum, dan Sri Mulyani. 2005.  A Photograph Guide to The Common Insects of Gunung Halimun-Salak National Park Serangga di TNGHS. Bogor: VSO, JICA, TNGHS.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar